Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Belum dapat Jabatan Strategis, Ini Masalah yang Dihindari Menurut Petinggi PSI

Jokowi Belum dapat Jabatan Strategis, Ini Masalah yang Dihindari Menurut Petinggi PSI Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Penelitian dan Pengembangan, Dedek Prayudi, menjelaskan alasan Joko Widodo belum menduduki jabatan strategis dalam struktur partai. Menurutnya, hal itu bukan disebabkan friksi internal, melainkan berkaitan dengan target pembentukan kepengurusan PSI hingga tingkat desa dan kelurahan.

Dedek mengatakan, Jokowi menginginkan PSI memperkuat struktur organisasi sebelum dirinya mengambil peran lebih besar. Partai tersebut ditargetkan menyelesaikan kepengurusan di sekitar 75 hingga 80 persen wilayah desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Arahan itu, kata Dedek, telah disampaikan Jokowi saat Kongres PSI di Solo dan dilanjutkan dalam Rapat Kerja Nasional di Makassar.

Jokowi disebut menyatakan kesediaannya bekerja keras untuk PSI jika kader partai juga menunjukkan upaya serupa. Karena itu, partai diminta membuktikan kerja organisasi di tingkat akar rumput.

Dedek menilai, Jokowi tidak ingin kehadirannya hanya memberikan keuntungan elektoral secara instan. Ia ingin kader PSI terlebih dahulu bekerja membangun kekuatan organisasi.

Menurut Dedek, ketika Jokowi menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) PSI di Bandung sekitar empat atau lima minggu sebelum pernyataannya, kepengurusan di wilayah tersebut baru saja menyelesaikan pekerjaan rumah yang diberikan.

Jokowi sebelumnya menunjukkan KTA PSI dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Bandung, Jawa Barat, pada 26 September 2026. Dalam kesempatan itu, ia menyatakan telah menjadi bagian dari PSI sejak 14 Oktober 2025.

Kemunculan Jokowi dengan KTA tersebut kembali memunculkan spekulasi mengenai posisi yang akan ditempatinya dalam kepengurusan partai periode 2025–2030.

Sebelumnya, Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie dan politikus PSI Raja Juli Antoni sempat menyinggung sosok berinisial J yang dikaitkan dengan calon Ketua Dewan Pembina DPP PSI.

Baca Juga: dr. Tifa Soal Saksi Jokowi: Ada yang Tak Diundang dan Ada yang 'Gaib'

Di tengah belum adanya jabatan formal bagi Jokowi, dukungan agar mantan presiden itu memimpin PSI terus disuarakan sejumlah kader daerah.

Wakil Ketua Umum PSI Ronald A. Sinaga, atau Bro Ron, menyampaikan aspirasi tersebut setelah menemui Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada 21 Oktober 2026.

Menurut Bro Ron, kader di sejumlah daerah, termasuk Cirebon dan wilayah Jawa Barat, menginginkan Jokowi naik menjadi Ketua Umum PSI menggantikan Kaesang Pangarep.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat