Guru Besar Sebut Prabowo yang Dulu Minta Gibran: Apa Sekarang Mau Wakilnya Diganti?
Kredit Foto: Istimewa
Guru Besar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie menilai wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak bisa dilepaskan dari sikap Presiden Prabowo Subianto.
Pasalnya, Gibran terpilih mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2024, sehingga keinginan untuk mengganti wakil presiden dinilai sulit dibayangkan tanpa mempertimbangkan posisi politik kepala negara.
Jimly menegaskan, meskipun mekanisme pemakzulan tersedia dalam konstitusi, peluang pelaksanaannya tidak hanya ditentukan oleh aspek hukum. Konfigurasi politik dan kekuatan koalisi pemerintahan juga menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi proses tersebut.
Baca Juga: Sikap Prabowo soal Luhut Usul Redefinisi Korupsi: Presiden Menegaskan Bahwa...
“Faktor terpentingnya Presiden Prabowo. Presiden Prabowo, presidennya, ini wakilnya. Apa dia mau wakilnya itu diganti?” kata Jimly dalam tayangan YouTube Total Politik, dikutip Selasa (27/10/2026).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengingatkan bahwa pencalonan Gibran sebagai wakil presiden bukan keputusan yang berdiri sendiri. Ia mengungkap, Prabowo turut berperan dalam menentukan pilihan politik yang mengantarkan putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut ke kursi wakil presiden.
“Waktu pencalonan, dia sendiri yang minta. Kepada bapaknya dan kepada Gibran sendiri. Mungkin bisa dikatakan calon yang saya pilih. Saya katakan di sini ya, saya yang pilih, saya yang minta, saya yang memilih,” ujarnya.
Baca Juga: Minyak Dunia Fluktuatif, Ini Perintah Prabowo soal Harga BBM
Selain faktor Prabowo, Jimly menyoroti soliditas koalisi pendukung pemerintah. Dengan Prabowo menjabat sebagai presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, posisi politiknya dinilai berpengaruh besar terhadap konfigurasi kekuatan partai-partai pendukung pemerintah.
“Koalisi besar ketuanya kan ketua umum Gerindra. Ketua Umum Gerindra. Maka itu solid dibayangkan,” ungkap Jimly.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri