Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Connie Bakrie: Gara-Gara Rocky Gerung Akademisi Mengkritik Pemerintah Dianggap cari Jabatan

Connie Bakrie: Gara-Gara Rocky Gerung Akademisi Mengkritik Pemerintah Dianggap cari Jabatan Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebanyak 150 guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah mengirimkan surat terbuka yang mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Surat bertajuk “Menjaga Marwah Konstitusi, Etika Bernegara, dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional” tersebut diterbitkan pada Senin, 19 Oktober 2026.

Pengamat militer dan akademisi Prof. Connie Rahakundini Bakrie, yang menjadi salah satu inisiator, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kontribusi intelektual dan tanggung jawab moral akademisi.

Menurutnya, ilmu pengetahuan harus menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan, dan substansi dari kritik akademisi harus didengar oleh para pemangku kebijakan.

"Kebijakan itu kalau di negara maju, basisnya ilmu pengetahuan. Nah, tapi jangan hanya gara-gara Rocky Gerung, akademisi mengkritik bertujuan untuk cari jabatan," kata Connie Rahakundini Bakrie dalam siniar Forum Keadilan, dikutip Selasa (27/10).

Ia menepis anggapan miring terhadap gerakan para akademisi tersebut yang hanya ingin melakukan seruan moral dan intelektual tak direndahkan mencari jabatan.

Surat terbuka ini ditujukan langsung kepada Gibran, dengan tembusan kepada Presiden Prabowo Subianto serta mantan Presiden Joko Widodo. Connie turut mengunggah dokumen tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @connierahakundinibakrie.

Selain Connie, draf surat ini diinisiasi oleh 12 tokoh akademisi lain yang tergabung dalam Forum Guru Besar Indonesia, di antaranya Prof. M. Din Syamsuddin, Prof. Ryaas Rasyid, dan Prof. Fathul Wahid.

Isi surat tersebut menyoroti tiga persoalan utama: runtuhnya keteladanan dan etika bernegara, krisis legitimasi di mata generasi muda dan institusi pendidikan, serta beban politik yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

Para guru besar menilai polemik terkait putusan Mahkamah Konstitusi mengenai ijazah Gibran memicu keprihatinan mendalam terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Forum Guru Besar Indonesia menyerukan agar Gibran mengambil langkah kesatria dengan mengundurkan diri demi menjaga marwah lembaga kepresidenan dan keselamatan bangsa.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat