Kemenkes Catat Akses Air Minum Layak di Indonesia Baru 20,49 Persen, AQUA Edukasi Anak Lewat AQILA
Kredit Foto: Istimewa
Akses masyarakat Indonesia terhadap air minum yang layak dikonsumsi baru mencapai 20,49 persen berdasarkan data Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Kementerian Kesehatan pada 2023. Kondisi ini menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat mengenai kualitas air, mulai dari sumber, proses pengolahan, hingga higienitas produk sebelum dikonsumsi.
Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation AQUA, dr. Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK, mengatakan kualitas air minum tidak cukup dinilai dari kejernihannya. Faktor lain yang perlu diperhatikan meliputi sumber air, proses produksi, kebersihan kemasan, pengujian kualitas, serta penyimpanan.
“Kita sering kali melihat air hanya dari kejernihannya. Padahal, ada banyak aspek lain yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas air minum,” kata Tria.
Ia mengingatkan konsumen untuk memeriksa identitas merek dan produsen, label, izin edar, serta kondisi tutup kemasan. Informasi tersebut dapat membantu konsumen mengenali produk dan menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas kualitasnya.
Menurut Tria, keterlacakan produk juga perlu menjadi perhatian saat membeli air minum dalam kemasan galon. Informasi mengenai sumber air, proses pencucian, sanitasi, dan pengujian kualitas dapat berbeda antara satu produk dan produk lainnya.
Karena itu, konsumen perlu memastikan informasi produk tersedia dan memeriksa kemasan secara menyeluruh. Hal ini juga penting karena badan galon bermerek dapat digunakan kembali sehingga identitas pada badan galon belum tentu menunjukkan asal air di dalamnya.
Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. Marlina Tanjung, Sp.A, Subsp. Neo (K), menyoroti pentingnya kualitas dan higienitas air minum bagi kesehatan keluarga, terutama anak-anak.
Kontaminasi mikrobiologis dan logam berat tidak selalu terlihat secara kasatmata. Jika air yang dikonsumsi tidak terjaga kebersihannya, risiko gangguan kesehatan dapat meningkat.
“Hidrasi bukan hanya soal cukup minum, tetapi juga memastikan air yang dikonsumsi bersih dan higienis,” ujar Marlina.
Ia menjelaskan, gangguan pencernaan pada anak dapat mengganggu asupan dan penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang. Dampaknya dapat berlanjut apabila masalah tersebut terjadi secara berulang.
Kajian berjudul Safe Drinking Water and Its Impact on Children’s Growth and Development: A Systematic Review yang disebutkan dalam materi tersebut juga membahas kaitan air minum yang aman dengan kesehatan serta perkembangan anak.
Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, AQUA memperkenalkan AQILA, karakter yang merepresentasikan anak Generasi Alpha dengan rasa ingin tahu tinggi. Inisiatif ini mengajak anak dan orang tua mengenali asal air minum, proses penjagaan kualitas, serta informasi pada kemasan.
Marketing Director AQUA, Adisti Nirmala, mengatakan rasa ingin tahu anak dapat menjadi pintu masuk untuk membangun pemahaman mengenai kualitas air sejak dini.
“Melalui AQILA, kami ingin menjadikan rasa ingin tahu tersebut sebagai sesuatu yang positif dengan mengajak anak dan orang tua bersama-sama memahami apa yang mereka konsumsi setiap hari, termasuk mengenali kualitas air minum dengan cara yang sederhana dan menyenangkan,” kata Adisti.
AQUA juga mengingatkan konsumen untuk memeriksa kondisi tutup dan label galon. Menurut informasi perusahaan, tutup asli galon AQUA memiliki kombinasi warna biru dan putih serta menggunakan teknologi double injection, yang memadukan tutup dan segel dalam satu kesatuan.
Konsumen juga dapat mencocokkan kode produksi pada badan galon dengan kode pada tutupnya. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya mengenali kemasan dan memastikan tutup masih utuh sebelum produk digunakan.
AQUA turut memperkenalkan panduan edukasi bertajuk AQUAAH yang mencakup aspek sumber air, pengendalian kualitas, keamanan kemasan, dan higienitas proses produksi. Perusahaan menyebut proses produksinya mencakup pemeriksaan, sterilisasi, dan sanitasi kemasan.
Baca Juga: Menkes Bidik Usia Harapan Hidup 76 Tahun, SWSI Gelar Cek Kesehatan Gratis
Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. Dina Hanum, MARS, mengatakan pemenuhan hidrasi dan kualitas air minum merupakan bagian penting dari kesehatan keluarga, khususnya untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Ia menyatakan edukasi kesehatan dan layanan pediatrik perlu berjalan beriringan untuk membantu keluarga membangun kebiasaan hidup sehat.
Sementara itu, Ibu Bijak AQUA, Sindy Fung, menilai kebiasaan anak yang kritis dan gemar bertanya dapat dimanfaatkan orang tua untuk membangun literasi konsumsi sejak dini.
“Anak bisa diajak untuk bertanya dari mana air yang diminumnya berasal, melihat label dan kemasannya, sampai memahami mengapa kita harus cermat memilih apa yang dikonsumsi,” ujar Sindy.
Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu keluarga lebih cermat memilih air minum. Anak juga dapat dilibatkan melalui kebiasaan sederhana, seperti bertanya tentang asal produk, membaca informasi kemasan, dan memahami pentingnya kebersihan air yang dikonsumsi sehari-hari.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: