Pemerintah Ingin Ubah Subsidi Barang Jadi Transfer Tunai, Ini Penjelasan Luhut
Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Pemerintah ingin mengubah skema subsidi yang selama ini berbasis produk menjadi bantuan langsung kepada masyarakat. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan arah kebijakan tersebut ditujukan agar subsidi nantinya diberikan langsung kepada individu melalui mekanisme transfer tunai.
"Sebab kita juga pengin pada ujungnya nanti kita nanti ingin pada ujungnya tidak lagi subsidi kepada produk, tapi subsidi itu langsung kepada manusia. Jadi cash transfer kepada individu," kata Luhut di kantor DEN, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).
Rencana tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah membangun sistem bantuan sosial yang lebih terintegrasi melalui teknologi digital. Pemerintah mengembangkan sistem berbasis Government Technology (GovTech) untuk mendata masyarakat yang memenuhi kriteria penerima bantuan.
Luhut menyebut penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu bagian penting dalam sistem tersebut. Teknologi ini diharapkan dapat membantu mengontrol penyaluran bantuan agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan penerima.
Pemerintah ingin mencegah dua persoalan sekaligus, yakni bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang tidak memenuhi kriteria dan warga yang seharusnya menerima bantuan tetapi justru terlewat.
Menurut Luhut, sistem digital diharapkan dapat mendukung penyaluran yang lebih tepat sasaran dan transparan.
"Sehingga tidak ada masyarakat yang harusnya dapat bantuan sosial dari pemerintah atau cash transfer, itu tidak dapat atau sebaliknya. Itu kita akan jamin akan terjadi keadilannya," jelasnya.
Baca Juga: Terungkap Sikap Prabowo soal Luhut Usul Redefinisi Korupsi: Presiden Menegaskan Bahwa...
Dalam perkembangan pendataan, Luhut mengungkapkan sebanyak 60 juta orang telah terdaftar dalam sistem GovTech dan dinilai memenuhi kriteria untuk menerima bansos. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 100 juta orang saat sistem diluncurkan secara nasional pada 10 November 2026.
Luhut mengatakan pemerintah berharap seluruh masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai penerima bansos dapat masuk ke dalam sistem pada akhir tahun ini. Integrasi data diharapkan memperkuat transparansi dan mengurangi potensi penyimpangan dalam penyaluran bantuan.
Meski demikian, peralihan subsidi berbasis produk menjadi transfer langsung masih disampaikan sebagai arah kebijakan pemerintah ke depan. Keterangan Luhut tersebut belum merinci jenis subsidi yang akan dialihkan, tahapan pelaksanaan, ataupun jadwal penerapan skema transfer tunai tersebut.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: