Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mengapa Candaan soal Mao Zedong Sensitif di China? Efek Kelakar Mbappe

Mengapa Candaan soal Mao Zedong Sensitif di China? Efek Kelakar Mbappe Kredit Foto: Real Madrid Official
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mao Zedong masih menjadi figur sensitif dalam kehidupan politik dan sejarah China. Karena itu, candaan yang mengaitkan pemimpin revolusi China tersebut dengan Kylian Mbappe memicu reaksi keras setelah beredar dari sebuah acara bincang-bincang Prancis.

Dalam acara The Bridge, Mbappe menceritakan meme yang membuatnya tertawa. Tayangan itu kemudian memperlihatkan gambar wajah penyerang Real Madrid tersebut yang ditempelkan pada gambar menyerupai Mao, tokoh yang kerap diasosiasikan dengan julukan “diktator” dalam lelucon mengenai pengaruh Mbappe di dunia sepak bola.

Namun, lelucon tersebut tidak diterima dengan baik oleh sebagian masyarakat China. Mao tetap dihormati oleh Partai Komunis China, meskipun masa pemerintahannya juga diwarnai periode penuh kekerasan dan kebijakan yang menyebabkan jutaan orang meninggal dunia.

Kontroversi itu kemudian mendapat perhatian pemerintah China. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa pernyataan atau tindakan yang melukai perasaan rakyat China akan mendapat penolakan.

“Kami mencermati laporan-laporan terkait. Retorika atau tindakan apa pun yang melukai perasaan rakyat China tentu akan ditolak oleh berbagai kalangan di China,” ujar Guo dalam konferensi pers resmi.

Reaksi juga muncul dari para penggemar sepak bola di China. Sejumlah pihak mengkritik Mbappe karena dinilai mencari keuntungan dari pasar China, tetapi justru melontarkan pernyataan yang dianggap menyinggung masyarakat di negara tersebut.

Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya. Ia mengakui komentarnya kurang bijaksana dan menyadari pernyataan itu telah melukai perasaan masyarakat China serta komunitas Tionghoa di berbagai belahan dunia.

“Komentar saya kurang bijaksana, dan kini saya menyadari bahwa hal itu telah melukai banyak orang di China maupun komunitas Tionghoa di seluruh dunia,” ujar Mbappe dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Ditinggal Sponsor China gara-gara Akibat Candaan Mao Zedong, Kylian Mbappe Minta Maaf

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung. Permintaan maaf tersebut muncul setelah polemik berkembang dari tayangan hiburan menjadi persoalan yang turut mendapat respons resmi pemerintah China.

Dampak kontroversi tidak berhenti pada perdebatan di media sosial. Sejumlah perusahaan China, termasuk produsen produk susu Mengniu dan perusahaan minuman Dongpeng, mengeluarkan pernyataan yang menegaskan penolakan terhadap perkataan atau tindakan yang melukai perasaan rakyat China.

Meski demikian, pernyataan perusahaan tersebut tidak secara eksplisit menyebut pemutusan kontrak Mbappe. Di sisi lain, media China juga melaporkan adanya perubahan dalam penayangan konten terkait sang pemain.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana sebuah lelucon mengenai figur sejarah dapat memicu reaksi luas ketika menyentuh isu yang sensitif bagi suatu masyarakat. Bagi Mbappe, kontroversi tersebut berkembang melampaui konteks sepak bola dan membuatnya harus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama