Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BEI Siap Bagi Dividen Perdana, Minta Restu Pemegang Saham Hari Ini

BEI Siap Bagi Dividen Perdana, Minta Restu Pemegang Saham Hari Ini Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap membagikan dividen untuk pertama kalinya kepada para pemegang saham. Rencana tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu (28/10/2026).

Pembagian dividen perdana ini menjadi bagian dari proses demutualisasi bursa yang diamanatkan melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2026.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, perseroan memprioritaskan pelaksanaan pembagian dividen agar dapat segera direalisasikan setelah memperoleh persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pembagian dividen ini tentunya menjadi hal yang BEI prioritaskan, tanpa penundaan untuk pelaksanaannya secara efektif sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, pembagian dividen menjadi salah satu agenda yang akan kami mintakan persetujuan dalam RUPSLB tanggal 28 Oktober hari ini,” ujar Jeffrey dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Berdasarkan pemanggilan RUPSLB, BEI akan meminta persetujuan pemegang saham atas penggunaan saldo laba ditahan yang tercantum dalam laporan keuangan auditan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Persetujuan tersebut menjadi salah satu tahapan yang diperlukan sebelum perseroan dapat merealisasikan rencana pembagian keuntungan kepada pemegang sahamnya. Meski demikian, nilai dividen yang akan dibagikan maupun jadwal pembayarannya belum diumumkan secara terperinci.

Jeffrey menjelaskan bahwa rencana pembagian dividen tidak dapat dipisahkan dari proses demutualisasi yang tengah dipersiapkan BEI. Saat ini, struktur kepemilikan BEI masih berada di tangan anggota bursa yang terdiri atas perusahaan-perusahaan sekuritas.

Melalui proses demutualisasi, struktur kepemilikan dan tata kelola bursa akan mengalami perubahan sesuai kerangka regulasi yang berlaku.

Perubahan tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola sekaligus membuka ruang bagi pemegang saham untuk memperoleh manfaat finansial melalui pembagian dividen.

Menurut Jeffrey, perusahaan sekuritas yang selama ini menjadi anggota sekaligus pemegang saham BEI akan menjadi pihak yang memperoleh manfaat pada tahap awal pelaksanaan demutualisasi. Kendati demikian, pembagian dividen tetap harus melalui mekanisme persetujuan dan pengawasan regulator.

BEI telah memasukkan rencana pembayaran dividen dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun buku 2027 yang membutuhkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan demikian, realisasi pembagian dividen akan bergantung pada keputusan pemegang saham dalam RUPSLB serta pemenuhan ketentuan regulator. Selain membuka peluang pembagian keuntungan, proses demutualisasi juga diarahkan untuk menjaga independensi BEI dalam menjalankan fungsinya sebagai penyelenggara perdagangan efek.

Rencana pembagian dividen perdana BEI mendapat respons positif dari Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal. Hekal, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Kerja Revisi UU P2SK, menilai langkah tersebut dapat menjadi insentif bagi pemegang saham BEI sekaligus mendukung agenda reformasi pasar modal nasional.

“Saya menyambut baik rencana dan inisiatif BEI membagikan dividen untuk pertama kalinya. Ini menjadi insentif kepada teman-teman pemegang saham BEI dalam rangka menyambut mandat UU P2SK terkait demutualisasi dan juga angin segar bagi perusahaan sekuritas untuk turut mendukung dan melaksanakan reformasi pasar modal,” kata Hekal.

Ia meyakini jajaran direksi BEI telah mempersiapkan langkah yang diperlukan untuk menjalankan mandat demutualisasi sekaligus menginisiasi pembagian dividen sesuai ketentuan.

Menurutnya, pelaksanaan kedua agenda tersebut tetap perlu berada dalam pengawasan OJK agar perubahan struktur kepemilikan dan tata kelola bursa berjalan sesuai tujuan reformasi pasar modal.

Demutualisasi sendiri merupakan proses perubahan struktur kepemilikan bursa yang sebelumnya berbasis keanggotaan menjadi struktur yang memungkinkan pemisahan lebih jelas antara kepemilikan dan keanggotaan perdagangan.

Baca Juga: Pertama Kali dalam Sejarah, BEI Bakal Bagi Dividen kepada Anggota Bursa

Baca Juga: BEI Rombak LQ45, IDX30, IDX80, Puluhan Saham HSC Keluar IHSG

Melalui perubahan tersebut, kepemilikan saham bursa tidak lagi harus melekat sepenuhnya pada status sebagai anggota bursa, sesuai mekanisme dan ketentuan yang ditetapkan regulator.

Reformasi tersebut juga menempatkan aspek independensi, transparansi, dan tata kelola sebagai perhatian dalam pengembangan pasar modal Indonesia.

Laba BEI Tembus Rp1,07 Triliun pada 2025

Rencana pembagian dividen perdana BEI turut didukung oleh pertumbuhan kinerja keuangan perseroan dalam beberapa periode terakhir. Sepanjang 2025, BEI membukukan laba bersih sebesar Rp1,07 triliun, meningkat 59,4% secara tahunan atau year on year (YoY).

Perolehan tersebut menjadi laba bersih tertinggi yang pernah dicatatkan BEI.

Pertumbuhan laba berlanjut pada semester pertama 2026. Hingga akhir Juni 2026, BEI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp779,97 miliar.

Angka tersebut melonjak 178,83% dibandingkan laba bersih sebesar Rp279,72 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba bersih BEI bertambah sekitar Rp500,25 miliar secara tahunan sepanjang enam bulan pertama 2026.

Peningkatan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan konsolidasian perseroan. Hingga 30 Juni 2026, BEI mencatatkan total pendapatan konsolidasian sebesar Rp2,17 triliun, meningkat 56,37% dibandingkan Rp1,39 triliun pada semester pertama 2025.

Pendapatan terkait transaksi bursa menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan tersebut.

Sepanjang Januari–Juni 2026, pendapatan dari aktivitas transaksi bursa mencapai Rp1,73 triliun, melonjak 71,60% dibandingkan Rp1,01 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi pendapatan transaksi bursa tersebut mencapai sekitar 79,72% dari total pendapatan konsolidasian BEI pada semester pertama 2026.

Kinerja keuangan yang meningkat memberikan ruang bagi perseroan untuk mempertimbangkan distribusi keuntungan kepada pemegang saham, dengan tetap memperhatikan kebutuhan operasional dan ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, besaran dividen perdana BEI belum dapat dipastikan sebelum adanya keputusan resmi mengenai penggunaan saldo laba ditahan dan tahapan persetujuan yang diperlukan.

Agenda RUPSLB BEI 28 Oktober 2026

Adapun agenda yang dijadwalkan dalam RUPSLB BEI pada Rabu (28/10/2026) meliputi:

  1. Persetujuan perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka demutualisasi bursa efek.
  2. Persetujuan penggunaan saldo laba ditahan perseroan dalam laporan keuangan auditan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.
  3. Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Perseroan Tahun Buku 2027.
  4. Lain-lain.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan