Kredit Foto: Ist
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menyoroti perubahan sikap sebagian masyarakat terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai, sosok Jokowi yang dahulu mampu membangkitkan optimisme publik kini tidak lagi dipandang sama oleh sebagian orang.
"Semua berubah. Maksud saya bukan hanya Jokowi sebagai tokoh politik sentral, tapi rakyat juga ikut berubah. Mereka tidak melihat Jokowi seperti dulu, Jokowi yang dulu sudah "hilang" dalam angan-angan mereka, mereka maunya Jokowi dulu jangan berubah," ungkap Dedy di akun X, dikutip Rabu (28/10/2026).
Ia pun mempertanyakan sikap sebagian masyarakat yang menunjukkan kemarahan ketika melihat sosok Jokowi. Padahal, menurutnya, mantan presiden itu merupakan produk langsung dari sistem demokrasi yang dibangun bersama oleh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Sekjen Projo soal Jokowi Tak Kunjung Hadiri Sidang Ijazah: Itu Strategi Jaksa
"Dalam demokrasi langsung, beliau ini adalah Presiden ke 2 yang dipilih secara langsung oleh rakyat Indonesia lewat pemilu. Ia pada awalnya sanggup membangkitkan semacam optimisme massa, karena ia dianggap sebagai representasi paling murni dari angan-angan yang diimaginasikan oleh rakyat Indonesia," katanya.
Dedy menilai hubungan antara Jokowi dan sebagian pendukung lamanya mengalami perubahan seiring perjalanan politik. Ia menyebut, masyarakat yang dahulu mengagumi Jokowi kini tidak lagi melihatnya dengan cara yang sama, sementara sebagian dari mereka masih berharap Jokowi tetap menjadi sosok seperti yang mereka kenal sebelumnya.
Menurut Dedy, perubahan sikap tersebut berkaitan dengan kenyataan bahwa manusia dan keadaan politik tidak pernah benar-benar diam.
"Mereka lupa satu rumus paling fundamental dalam realitas, bahwa segalanya berubah, tidak ada yang sama. Bahkan saat kita menginjakkan kaki kita disungai yang sama, air yang kita injak sudah ngga sama lagi," lanjutnya.
Baca Juga: Saksi Sidang Ijazah: Saya Gak Bisa Tidur Karena Jokowi Dijatuhkan Serendah-rendahnya
Ia juga menilai perpindahan dukungan politik dari orang-orang yang sebelumnya loyal kepada Jokowi merupakan sesuatu yang wajar. Menurutnya, perubahan pilihan dan sikap politik tidak bisa dilepaskan dari dinamika yang terjadi sepanjang perjalanan seorang tokoh.
"Jadi, memahami sosok Jokowi ini memang lumayan pelik. Ia pun saya kira menyadari bahwa orang-orang yang dulu sangat loyal kepadanya sekarang berpindah haluan dan itu alamiah," sebutnya.
Dedy kemudian menyinggung keputusan Jokowi yang lebih memilih Prabowo Subianto dibandingkan Ganjar Pranowo. Menurutnya, pilihan politik tersebut menjadi salah satu hal yang membuat sebagian pendukung lama Jokowi merasa kecewa dan marah.
"Ingat, sebenarnya yang bikin marah para pendukung lamanya adalah ketika ia lebih memilih Prabowo dari pada Ganjar. Dan menurut saya, sisanya Jokowi tetaplah manusia politik seperti Mega, SBY, Prabowo, Amin Rais, Surya Paloh, Anies Baswedan, dll," tutup Dedy.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: