Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengamat Baca Pesan Jokowi ke Prabowo: Hati-hati Gerindra, Saya Bisa Masuk ke Kandang Kalian

Pengamat Baca Pesan Jokowi ke Prabowo: Hati-hati Gerindra, Saya Bisa Masuk ke Kandang Kalian Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai memiliki agenda tersendiri dalam gerakannya mengumumkan bahwa ia merupakan anggota dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Bandung, Jawa Barat.

Pengamat Politik Hendri Satrio membedah bahwa manuver ini adalah bentuk peringatan terbuka, bukan kepada seteru lamanya, melainkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Partai Gerindra.

Baca Juga: 'Mungkin Jokowi Bertanya-tanya, Kok Saya Gak Diajak Ngomong Ya? Padahal Bantu Menangkan Pak Prabowo'

Jawa Barat secara historis merupakan basis pertahanan terkuat bagi Prabowo Subianto. Pada Pilpres 2014 dan 2019, Jokowi menelan kekalahan telak di provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia.

Karenanya, Jokowi yang tampil penuh percaya diri dengan mengenakan ikat kepala tradisional di "jantung" kekuatan lawan politik masa lalunya itu dinilai telah mengambil langkah yang memiliki makna simbolis yang sangat provokatif.

"Artinya, kata dia, ada pesan komunikasi yang disampaikan oleh dirinya. Bahwa hati-hati, Pak Prabowo. Hati-hati, Gerindra. Saya hari ini di kandang kalian dan saya umumkan bahwa saya bersama PSI," kata Hendri Satrio dikutip Rabu (28/10/2026).

Hendri menekankan bahwa analisis lokasi ini sangat krusial untuk membaca peta perlawanan dari Jokowi. Ia sepertinya belum bermaksud mengibarkan bendera perang terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atau Megawati Soekarnoputri. Karena jika begitu, secara logis ia akan memilih wilayah yang menjadi basis "Kandang Banteng".

Namun, fakta bahwa deklarasi itu diledakkan di kandang garuda mengonfirmasi bahwa target operasi politik mantan wali ktoa itu saat ini adalah menggerogoti lumbung suara dari Gerindra.

Munculnya Jokowi sebagai patron utama partai gajah yang berani mengancam kekuatan mayoritas ini memicu penilaian bahwa sang mantan presiden terlihat sangat arogan dan terlampau percaya diri (overconfident).

Melalui deklarasi di wilayah kekuasaan tersebut, publik dan elite politik kini disadarkan pada satu realitas baru: partai gajah bukan lagi sekadar partai anak muda, melainkan kendaraan tempur dari Jokowi.

Baca Juga: Di Balik Panas Indonesia-Singapura: Operasi Alihkan Kemarahan Rakyat dari Prabowo ke Tetangga?

Mereka siap menjadi mesin oposisi atau pesaing elektoral yang akan membelah kekuatan kubu penguasa pada kontestasi politik mendatang.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar