Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BEI Pangkas Target IPO 2026 Jadi 15 Emiten, dari Semula 50 Perusahaan

BEI Pangkas Target IPO 2026 Jadi 15 Emiten, dari Semula 50 Perusahaan Kredit Foto: Merlina Aryanti
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memangkas target penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2026 menjadi hanya 15 perusahaan, dari target awal sebanyak 50 perusahaan. Dengan demikian, target IPO tahun ini turun 70%.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, target terbaru tersebut telah dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026. Penyesuaian dilakukan di tengah terbatasnya jumlah perusahaan yang mencatatkan saham perdana hingga akhir Oktober.

"15 (target IPO tahun ini)," ujar Jeffrey seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Hingga 28 Oktober 2026, baru tujuh perusahaan yang melantai di Bursa. Jumlah tersebut baru mencapai 46,67% dari target terbaru sebanyak 15 IPO.

Artinya, BEI masih perlu mendorong delapan perusahaan untuk melaksanakan IPO dalam dua bulan terakhir tahun ini agar target tersebut tercapai. Jika dibandingkan dengan target awal 50 perusahaan, realisasi tujuh IPO itu baru mencapai 14%.

Pemangkasan target ini mencerminkan penyesuaian proyeksi BEI terhadap aktivitas penghimpunan dana melalui pasar saham sepanjang 2026. Meski demikian, Bursa masih melihat peluang pertumbuhan IPO ke depan, terutama jika kondisi pasar modal membaik.

Kawasan industri berpeluang melahirkan calon emiten baru

Jeffrey berharap kondisi pasar modal Indonesia semakin kondusif sehingga lebih banyak perusahaan tertarik untuk melantai di Bursa.

Salah satu peluang yang disoroti adalah pengembangan kawasan industri dan dorongan pemerintah untuk meningkatkan investasi di sektor manufaktur. Menurutnya, pembangunan kawasan industri dan ekspansi perusahaan manufaktur membutuhkan pendanaan besar, mulai dari pembangunan fasilitas produksi hingga peningkatan kapasitas usaha.

Kebutuhan modal tersebut dapat menjadi peluang bagi pasar modal untuk menyediakan alternatif pembiayaan, termasuk melalui IPO.

"Misalnya, pemerintah kan aktif mendirikan kawasan industri, mendorong perusahaan-perusahaan untuk berinvestasi di industri manufaktur, misalnya. Tentu, itu akan membutuhkan pembiayaan, salah satu potensi pembiayaannya tentu adalah melalui pasar modal," kata Jeffrey.

Baca Juga: Investasi BEI Melonjak 161,82% pada 2027, Tembus Rp670 Miliar

Baca Juga: Danantara Siap Masuk BEI? Bos Bursa Ungkap Perkembangan Terbaru

Baca Juga: BEI Bidik Pendapatan Rp2,59 Triliun dan Laba Rp563,9 Miliar pada 2027

Ia menilai, bertambahnya investasi di sektor industri berpotensi memperluas jumlah perusahaan yang dapat menjadi emiten di BEI.

Namun, keputusan untuk melakukan IPO tetap bergantung pada kesiapan perusahaan, kebutuhan pendanaan, serta kondisi pasar saat penawaran saham dilakukan.

Daftar 7 Perusahaan yang IPO Sepanjang 2026

Hingga 28 Oktober 2026, berikut tujuh perusahaan yang telah mencatatkan saham perdana di BEI:

  • PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
  • PT Niramas Utama Tbk (JELI)
  • PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX)
  • PT Bach Multi Global Tbk (BACH)
  • PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI)
  • PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL)
  • PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS)

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan