Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengusaha Singapura Ikut Geram Soal Gas, Prabowo Diingatkan Soal Bantuan Saat Masa Covid

Pengusaha Singapura Ikut Geram Soal Gas, Prabowo Diingatkan Soal Bantuan Saat Masa Covid Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengusaha asal Singapura, Patrick Liew, mengkritik Presiden Prabowo Subianto menyusul kebijakan Indonesia memangkas alokasi ekspor gas alam ke Singapura. Kritik tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang diunggah di akun Facebook pribadinya pada Selasa (27/10/2026).

Dalam suratnya, Patrick menyindir kebijakan pemerintah Indonesia dengan menyampaikan ucapan terima kasih secara ironis kepada Prabowo. Ia menilai keputusan tersebut memberikan contoh tentang bagaimana pemerintahan seharusnya tidak dijalankan.

“Terima kasih, Presiden Prabowo, karena telah memberikan contoh nyata tentang bagaimana sebuah pemerintahan seharusnya tidak dijalankan demi menciptakan masa depan terbaik bagi rakyat dan negara kami,” tulis Patrick.

Kritik itu merujuk pada pengurangan alokasi ekspor gas Indonesia ke Singapura yang disebut berlaku sejak Sabtu (24/10/2026).

Patrick menilai kebijakan tersebut menjadi pelajaran bagi Singapura untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi. Ia juga menyebut situasi itu mendorong Singapura mempercepat diversifikasi sumber energi, termasuk dengan menjajaki pemanfaatan energi panas bumi dan tenaga nuklir.

Meski menyampaikan kritik keras, Patrick menegaskan Singapura akan tetap menjadi tetangga dan sahabat Indonesia yang dapat diandalkan.

Ia turut mengingatkan dukungan Singapura kepada Indonesia selama pandemi Covid-19. Dukungan tersebut, menurutnya, mencakup bantuan medis, peralatan penunjang, vaksin, serta koordinasi di sektor keuangan.

Patrick menutup suratnya dengan menegaskan komitmen Singapura untuk menjaga hubungan bertetangga yang baik, mengembangkan kerja sama konstruktif, dan saling menghormati dengan Indonesia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat