Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengangguran Bekasi 7,3%, Dedi Mulyadi Minta Bekasi Perkuat Link and Match Tenaga Kerja dengan Industri

Pengangguran Bekasi 7,3%, Dedi Mulyadi Minta Bekasi Perkuat Link and Match Tenaga Kerja dengan Industri Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bekasi -

Pemerintah Kota Bekasi didorong mengoptimalkan keberadaan kawasan industri untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal. Langkah ini menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyusul tingkat pengangguran di Kota Bekasi yang masih berada di kisaran 7,3 persen.

Dedi meminta Pemkot Bekasi memetakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai kawasan industri dan mengumumkan informasi lowongan pekerjaan secara rutin setiap pekan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

Menurut Dedi, keberadaan ribuan perusahaan manufaktur di wilayah Bekasi perlu dioptimalkan agar memberiikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan kesempatan kerja.

"Ini saja dihitung jumlah pabriknya berapa, nanti dijadwal per minggu. Wali Kota Bekasi membuat lowongan kerja online setiap minggu," kata Dedi, Rabu (28/10/2026).

Pemetaan kebutuhan tenaga kerja secara berkala dinilai penting untuk meningkatkan akses informasi bagi pencari kerja sekaligus membantu perusahaan memperoleh kandidat sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.

Dengan informasi lowongan yang lebih terstruktur, masyarakat diharapkan dapat mengetahui peluang kerja yang tersedia tanpa harus bergantung pada informasi yang tersebar melalui berbagai saluran.

Dedi menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup diukur dari perbaikan infrastruktur dan penataan lingkungan. Pembangunan juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan kesempatan kerja.

"Jalan sudah bagus, tamannya bagus, kali-kalinya sudah rapi. Tinggal penganggurannya harus berkurang," tegasnya.

Selain memperluas akses informasi pekerjaan, Dedi mendorong Pemkot Bekasi meningkatkan kompetensi pencari kerja melalui program pelatihan dan pemagangan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.

Menurutnya, pemerintah daerah dapat memanfaatkan fasilitas pelatihan yang sudah tersedia melalui perjanjian kerja sama dengan pihak swasta maupun lembaga terkait. Dengan pendekatan tersebut, peningkatan keterampilan tenaga kerja dapat dilakukan tanpa harus membangun fasilitas baru yang membutuhkan anggaran tambahan.

Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi salah satu faktor penting untuk memperkecil kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Upaya memperluas akses terhadap lapangan kerja juga didukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui aplikasi Nyari Gawe. Platform digital tersebut dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mendaftar sebagai pencari kerja maupun pemberi kerja dengan mengikuti tahapan yang tersedia.

Baca Juga: Ini Dua Solusi Jitu Dedi Mulyadi Atasi Badai Pengangguran di Jabar

Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, Hendra Kusuma Sumantri, sebelumnya menyebut aplikasi tersebut sebagai bentuk konkret pemerintah dalam menangani persoalan ketenagakerjaan di daerah.

Kehadiran platform digital tersebut dapat melengkapi upaya pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi lowongan kerja secara rutin. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada ketersediaan informasi pekerjaan yang aktual, kesesuaian kualifikasi tenaga kerja, serta keterlibatan perusahaan dalam proses rekrutmen.

Bagi Kota Bekasi yang memiliki basis industri manufaktur, integrasi antara pemetaan kebutuhan perusahaan, pelatihan keterampilan, dan penyediaan informasi lowongan kerja menjadi langkah strategis untuk memperluas kesempatan kerja.

Melalui pendekatan tersebut, pembangunan kawasan industri diharapkan tidak hanya menopang aktivitas usaha, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Fajar Sulaiman