Tak Ada Mayoritas di Pemilu Israel, Netanyahu dan Oposisi Berebut Dukungan
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Hasil pemilu parlemen Israel pada Selasa (27/10/2026) belum menghasilkan pemenang yang mampu mengamankan mayoritas untuk membentuk pemerintahan. Kondisi tersebut membuka peluang bagi partai-partai Arab untuk memainkan peran penting dalam menentukan arah koalisi berikutnya.
Perhitungan suara awal menunjukkan kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot sama-sama belum memperoleh dukungan yang cukup untuk menguasai parlemen atau Knesset yang memiliki 120 kursi.
Dengan situasi tersebut, pembentukan pemerintahan diperkirakan akan bergantung pada negosiasi antarkekuatan politik. Setiap blok harus mengumpulkan dukungan sedikitnya 61 anggota parlemen untuk memperoleh mayoritas.
Partai-partai Arab berpotensi menjadi penentu karena perolehan kursi mereka dapat memengaruhi peluang kedua kubu dalam membentuk pemerintahan. Namun, peran tersebut masih menghadapi kendala politik karena kerja sama dengan partai Arab ditolak atau dipandang sulit oleh sejumlah kelompok politik utama.
Hasil penghitungan sementara yang dilaporkan pada Rabu (28/10/2026) memperlihatkan blok Netanyahu dan kelompok oposisi belum mencapai ambang mayoritas. Dalam perkembangan awal, blok Netanyahu diproyeksikan memperoleh 55 kursi, sementara kubu Eisenkot mengantongi sekitar 50 kursi. Partai-partai Arab diperkirakan memperoleh 15 kursi, meskipun angka tersebut masih dapat berubah seiring berlanjutnya penghitungan suara.
Netanyahu menyerukan pembentukan pemerintahan sayap kanan dan menegaskan penolakannya terhadap pemerintahan yang bergantung pada dukungan partai-partai Arab. Sementara itu, Eisenkot menyatakan bahwa hasil pemilu mencerminkan keinginan sebagian pemilih untuk menghadirkan perubahan kepemimpinan.
Kondisi tersebut membuat proses pembentukan pemerintahan berpotensi berlangsung alot. Selain harus memenuhi persyaratan jumlah kursi, masing-masing kubu juga perlu mengatasi perbedaan pandangan di antara partai-partai yang mungkin diajak bekerja sama.
Baca Juga: Mahfud MD Apresiasi Keputusan Dua Putra Gus Irfan Mundur dari Jabatan Tenaga Ahli
Kenaikan dukungan terhadap partai-partai Arab menjadi salah satu perkembangan penting dalam pemilu kali ini. Hasil jajak pendapat setelah pemungutan suara memperkirakan partai-partai tersebut dapat menguasai sekitar 18 hingga 19 kursi, meskipun hasil resmi masih harus dipastikan melalui penghitungan suara.
Pemimpin partai Ra’am, Mansour Abbas, menyatakan harapannya agar hasil akhir pemilu memungkinkan terbentuknya pemerintahan alternatif yang menentang Netanyahu.
“Dengan angka yang kami miliki saat ini, belum ada pemerintahan,” ujar Abbas dalam wawancara dengan saluran televisi Israel, Channel 12.
Abbas juga menyebut bahwa kedua blok politik telah menjalin komunikasi dengan partainya, baik sebelum maupun setelah pemungutan suara. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa dukungan partai Arab berpotensi menjadi bahan negosiasi dalam pembentukan pemerintahan.
Meski demikian, partai-partai Arab belum tentu bergabung secara langsung dalam koalisi. Dukungan dari luar pemerintahan atau keputusan untuk tidak menghalangi pembentukan pemerintahan alternatif juga dapat memengaruhi perolehan suara di parlemen.
Setelah hasil pemilu semakin jelas, Presiden Israel Isaac Herzog akan berkonsultasi dengan para pemimpin partai politik dan menunjuk kandidat yang dinilai memiliki peluang terbesar membentuk pemerintahan.
Kandidat yang ditunjuk memiliki waktu hingga enam minggu untuk merampungkan pembentukan koalisi. Apabila upaya tersebut gagal, kesempatan dapat diberikan kepada kandidat lain sesuai mekanisme yang berlaku.
Selama proses tersebut belum selesai, Netanyahu tetap menjalankan tugas sebagai perdana menteri sementara dengan kewenangan yang terbatas.
Hasil pemilu kali ini menunjukkan bahwa perolehan suara terbesar tidak otomatis menjamin sebuah partai atau blok politik dapat membentuk pemerintahan. Kemampuan membangun koalisi dan memperoleh dukungan mayoritas di Knesset akan menjadi faktor penentu dalam menentukan kepemimpinan Israel selanjutnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti
Tag Terkait: