Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Wamenperin Petakan Komponen Mobil Listrik, Ketergantungan Impor Mau Dipangkas

Wamenperin Petakan Komponen Mobil Listrik, Ketergantungan Impor Mau Dipangkas Kredit Foto: WE
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah mulai menyusun peta jalan substitusi impor untuk memperbesar penggunaan komponen kendaraan listrik yang diproduksi di dalam negeri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperdalam struktur industri kendaraan listrik nasional di tengah pertumbuhan pasar elektrifikasi.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, pemerintah tengah memetakan berbagai kebutuhan komponen kendaraan listrik yang berpotensi diproduksi oleh industri dalam negeri. Pemetaan tersebut mencakup kendaraan roda dua, roda empat, hingga jenis kendaraan lainnya.

"Kami menyiapkan roadmap substitusi impor. Ini saya kira penting dan saya kira ini menjadi bagian dari kerja nasional kita untuk melakukan substitusi impor dari kendaraan utuh hingga komponen," kata Faisol dalam Periklindo Electric Vehicle Conference di Jakarta Pusat, dikutip Kamis (29/10/2026).

Menurut dia, pemerintah perlu mengetahui komponen mana yang telah mampu diproduksi industri domestik dan mana yang masih bergantung pada pasokan impor. Hasil pemetaan tersebut nantinya dapat menjadi dasar untuk mendorong pengembangan industri komponen di dalam negeri.

Faisol menyebut sejumlah komponen yang menjadi perhatian pemerintah. Beberapa di antaranya sudah memiliki basis industri domestik, sementara komponen lainnya masih perlu dikembangkan.

"Kami juga sedang menginventarisir kebutuhan semua produk komponen, misalnya seperti bodi dan rangka, kabel dan wiring harness, jok interior dan kaca, serta ban sebagian sudah ada industrinya di dalam negeri, lalu battery pack, kemudian rumah baterai, dan stasiun pengisian," ujarnya.

Selain komponen pendukung, pemerintah juga mulai melihat peluang untuk memperkuat industri komponen yang berkaitan langsung dengan sistem penggerak kendaraan listrik. Pengembangan komponen tersebut dinilai membutuhkan investasi dan kemampuan teknologi yang lebih tinggi.

"Selain itu ada komponen utama yang juga penting, misalnya motor penggerak listrik dan baterai, serta beberapa komponen lainnya yang sedang kita dalami," kata Faisol.

Penguatan industri komponen menjadi penting seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Pemerintah sebelumnya menetapkan peningkatan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik berbasis baterai dari minimal 40% pada 2026 menjadi 60% pada periode 2027-2029 dan 80% mulai 2030.

Baca Juga: Utilisasi Industri Mamin RI Cuma 60%, Kemenperin Kejar Pasokan Gula

Baca Juga: Pasokan Gas Saja Tak Cukup, Menperin Tuntut Harga Khusus Industri

Dengan target tersebut, pertumbuhan pasar kendaraan listrik diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah kendaraan yang terjual, tetapi juga mendorong terbentuknya rantai pasok manufaktur di dalam negeri.

Faisol mengatakan roadmap substitusi impor nantinya diarahkan untuk memperkuat industri kendaraan listrik sekaligus memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian nasional.

"Rencana roadmap itu akan menjadi peta jalan kita memperkuat industri elektrik di dalam negeri dan tentu saja juga akan membantu perekonomian nasional kita," ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan