Pengusaha Dag-Dig-Dug, Kadin Harap Ketegangan Diplomatik Indonesia-Singapura Segera Berakhir
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Eskalasi Indonesia dan Singapura terkait karhutla dan pasokan gas rupanya membuat kalangan dunia usaha ikut dag-dig-dug. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara terbuka menyuarakan harapannya agar friksi antarnegara bertetangga ini segera mereda, menyusul pertemuan bilateral tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan.
Baca Juga: Utusan Khusus Prabowo: Mulai 9 November 2026, Semua Transaksi Digital Wajib Dipungut Pajak
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Shinta Kamdani memandang bahwa dinamika pasang surut dalam hubungan kedua negara adalah hal yang lumrah terjadi akibat persinggungan kepentingan masing-masing negara. Namun, ia menekankan urgensi dari pertemuan kedua tokoh tersebut untuk segera mendinginkan tensi ketegangan yang telanjur menyita perhatian publik dan pelaku pasar.
“Saya yakin dengan pertemuan yang sudah dijalankan pasti akan ada jalan keluarnya," ucap Shinta dengan nada optimistis di Jakarta, dikutip Jumat (30/10/2026).
Kekhawatiran dunia usaha ini sangat beralasan. Shinta mengingatkan bahwa negara tetangga itu bukanlah sekadar geografis, melainkan salah satu investor asing terbesar yang menopang keberlangsungan sektor riil di Indonesia dalam jangka panjang.
Hingga saat ini, ia mengonfirmasi bahwa kisruh diplomatik tersebut memang belum menunjukkan dampak langsung terhadap penurunan minat investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dari Singapura. Namun, ia membunyikan alarm kewaspadaan mengenai kerentanan sentimen negatif yang bisa langsung memukul lantai bursa.
"Bukannya enggak ada pengaruh sama sekali, sentimennya mungkin ada, tetapi ini lebih kami kaitkan kepada pasar modal,” ujar Shinta.
Kadin juga memastikan bahwa dunia usaha domestik tetap fokus bekerja keras membereskan berbagai hambatan iklim bisnis di dalam negeri, khususnya terkait kepastian regulasi demi menjaga arus investasi jangka panjang.
Harapan dari kalangan pengusaha ini sejalan dengan sinyal pelunakan yang sebelumnya dilontarkan oleh Singapura. Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan telah menegaskan kembali komitmen negaranya untuk menjaga hubungan bilateral dengan Indonesia.
"Menurut saya, hal yang ingin saya tekankan adalah bahwa sebagai negara-negara tetangga terdekat kami, akan selalu saling bergantung satu sama lain," tutur Vivian.
Diketahui, Indonesia dan Singapura sendiri tengah memanas. Rentetan peristiwa antara pemangkasan ekspor gas dan kritik tajam soal kabut asap diyakini menjadi penyebab ketegangan kedua negara terjadi di Asia Tenggara.
Hal ini sendiri diawali oleh Menko Hilirisasi dan Investasi, Bahlil Lahadalia. Ia sebelumnya menyatakan akan mengevaluasi ekspor gas secara selektif. Kebijakan ini ditujukan kepada negara-negara yang dinilai tidak memberikan rasa hormat terhadap kedaulatan dari Indonesia.
Baca Juga: Adiknya Prabowo Panik Lihat Nasib IHSG: Kalau Modal Asing Kabur, Rupiah Bisa Tembus Rp22.000
“Saya akan melakukan evaluasi. Saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia,” kata Bahlil.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: