Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Paus Leo XIV Cetak Sejarah, Jadi Paus Pertama yang Ikut Memilih dalam Pemilu Amerika Serikat

Paus Leo XIV Cetak Sejarah, Jadi Paus Pertama yang Ikut Memilih dalam Pemilu Amerika Serikat Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Paus Leo XIV mencatat sejarah baru dalam perjalanan Gereja Katolik. Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu diketahui telah menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan paruh waktu atau midterm elections Amerika Serikat 2026 melalui surat suara yang dikirimkan ke Chicago, Illinois.

Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kantor Pers Takhta Suci Vatikan pada Jumat (30/10/2026). Dengan langkah ini, Paus Leo XIV menjadi paus pertama yang diketahui pernah memberikan suara dalam pemilihan umum politik di Amerika Serikat. Peristiwa tersebut juga diyakini sebagai yang pertama dalam sejarah kepausan.

Dalam pernyataan resminya, Vatikan menjelaskan bahwa Paus Leo XIV telah menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara Amerika Serikat selama memenuhi persyaratan yang berlaku.

“Paus Leo XIV telah menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara Amerika Serikat, kapan pun ia memenuhi syarat untuk melakukannya,” demikian pernyataan Kantor Pers Takhta Suci.

Vatikan juga mengungkapkan bahwa Paus Leo XIV telah mengirimkan surat suara melalui mekanisme pemungutan suara jarak jauh atau mail-in ballot di Chicago.

Vatikan menegaskan bahwa partisipasi tersebut sejalan dengan keyakinan Paus Leo XIV mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Baca Juga: Selangkah Lagi! Marc Marquez Bisa Kunci Juara Dunia MotoGP 2026 di Qatar

“Bapa Suci menyampaikan keyakinannya bahwa warga negara memiliki hak sekaligus kewajiban untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi,” demikian pernyataan tersebut.

Paus Leo XIV, yang memiliki nama asli Robert Francis Prevost, lahir di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Sebelum terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik pada Mei 2025, ia telah memiliki rekam jejak sebagai warga negara yang aktif menggunakan hak pilihnya.

Catatan pemilu menunjukkan bahwa Prevost pernah mengikuti pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada 2008 dan 2010. Ia juga tercatat mengikuti pemilihan pendahuluan Partai Republik pada 2012, 2014, dan 2016.

Selain itu, ia diketahui berpartisipasi dalam sejumlah pemilihan umum sebelumnya, termasuk pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2024.

Meski kini menjabat sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik sekaligus kepala negara Vatikan, status kewarganegaraan Amerika Serikat yang dimilikinya tetap memberinya hak untuk berpartisipasi dalam pemilu.

Pemilihan paruh waktu Amerika Serikat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3 November. Pemilu tersebut mencakup seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) serta 35 kursi Senat.

Selain itu, pemilihan gubernur juga akan berlangsung di 36 negara bagian, disertai pemilihan sejumlah pejabat pemerintahan tingkat negara bagian dan daerah.

Partisipasi Paus Leo XIV dalam pemilu kali ini juga menjadi sorotan karena hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat diwarnai perbedaan pandangan.

Keduanya beberapa kali berselisih pendapat, terutama mengenai kebijakan imigrasi Amerika Serikat dan konflik Iran. Paus Leo XIV sebelumnya mengkritik pendekatan keras pemerintah AS terhadap imigran serta menyuarakan penolakan terhadap perang.

Trump bahkan pernah melontarkan kritik terhadap Paus Leo XIV dengan menyebutnya lemah dalam penegakan hukum dan buruk dalam kebijakan luar negeri. Menanggapi kritik tersebut, Paus Leo XIV menegaskan bahwa dirinya tidak takut menyampaikan pandangan.

Meski demikian, Vatikan tidak mengungkapkan pilihan politik Paus Leo XIV dalam pemilu kali ini. Identitas kandidat yang dipilihnya tetap menjadi bagian dari kerahasiaan hak suara setiap warga negara.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti