PKS dan PDIP Bergerak, Partai Bahlil Disebut Bisa jadi Penentu Nasib Wapres Gibran
Kredit Foto: Ist
Pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai Partai Golkar memegang peran kunci dalam koalisi pemerintah jika proses pemberhentian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berlanjut di DPR.
Menurutnya, Golkar sebagai partai terbesar di koalisi diharapkan memberi “umpan” agar langkah politik itu berjalan mulus. Pandangan ini ia sampaikan dalam dialog di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin (2/11/2026).
Selamat menyebut PKS dan PDI Perjuangan sudah lebih dulu bergerak. Namun ia menilai Gerindra belum bisa banyak diharapkan untuk memulai langkah itu, sehingga peran pengumpan jatuh kepada partai lain di koalisi.
“Umpan ini mesti, paling enggak, dari Golkar sebagai partai yang paling besar di dalam koalisi itu,” kata Selamat.
Ia memakai analogi sepak bola untuk menjelaskan pembagian peran. “Pemain dari belakang seperti PKS dan PDIP sudah menggiring bola. Tinggal kemudian umpan dari mana? Dari Golkar. Dari Golkar ke tiang gawang untuk disundul atau diceploskan oleh Gerindra,” ujarnya.
Selamat juga menyinggung pernyataan politikus Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung. “Malah kemudian menarik apa yang dikemukakan oleh Ahmad Doli Kurnia Tanjung itu yang berinisiatif,” katanya.
Menurut Selamat, proses sebaiknya tidak lagi melalui jalur panjang. “Menurut saya sekarang sudah harus juga berpikir untuk langsung menggunakan Pasal 8, sudah tidak lagi menggunakan 7A, 7B, supaya lebih cepat, lebih hemat, lebih praktis,” ujarnya.
Selamat menilai hubungan Golkar dengan Joko Widodo tidak sepenuhnya baik. “Golkar tahu sendiri, Airlangga dipecat karena peran Jokowi segala macam,” katanya.
Ia juga menyinggung tokoh Golkar yang mendukung wacana tiga periode. “Airlangga, Bahlil, bagian dari pendukung tiga periode. Ini saatnya mereka untuk cuci dosa,” ujarnya.
Selamat menambahkan, partai-partai politik bergerak mengikuti kepentingan. “Politikus itu kan yang dicari adalah kesamaan kepentingan. Sudah tidak ada lagi kepentingan dengan Jokowi,” katanya.
Pembawa acara bertanya apakah wakil presiden pengganti akan berasal dari Golkar. “Kemungkinan besar iya, kemungkinan besar juga enggak. Tentu presiden nanti kan akan mengusulkan dua,” katanya.
Selamat memperkirakan sekitar 10 nama sedang dipertimbangkan Prabowo. Ia tidak menyebut sumber informasi itu.
Selamat juga menyarankan Prabowo merombak kabinet agar langkah politik ini mulus.
“Untuk memuluskan langkah ini harus ada reshuffle kabinet, terutama yang masih menjadi bagian dari rezim Jokowi, yang loyalitasnya masih kuat ke Jokowi,” katanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: