- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Dihantam Isu Cancel Culture, Saham Emiten Raffi Ahmad (RANS) Anjlok ke Rp96
Kredit Foto: Instagram/Raffi Ahmad
Saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) melemah pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Penurunan ini terjadi di tengah ramainya kritik dan seruan boikot terhadap Raffi Ahmad di media sosial.
Hingga penutupan sesi I, saham perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut turun 5,9% atau 6 poin ke level Rp96 per saham.
Pada awal perdagangan, saham RANS dibuka di level Rp101, setelah sebelumnya ditutup pada Rp102. Sepanjang sesi pertama, sahamnya bergerak di kisaran Rp96 hingga Rp102. Volume transaksi tercatat mencapai 16,91 juta saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp1,21 triliun.
Harga Rp96 per saham tersebut juga menjadi level terendah sepanjang perdagangan RANS di bursa.
Tekanan terhadap saham RANS terjadi saat Raffi Ahmad tengah menjadi perbincangan publik. Kehadirannya dalam acara deklarasi kepolisian setelah demonstrasi mahasiswa menuai kritik dan memicu seruan boikot di media sosial.
Dampaknya, sejumlah kegiatan bisnis dan hiburan yang berkaitan dengan Raffi ikut menjadi perhatian. Salah satunya adalah kabar mundurnya sejumlah musisi dari acara RANS Carnival di Sleman.
Meski begitu, belum ada bukti yang memastikan bahwa seruan boikot tersebut menjadi penyebab langsung turunnya saham RANS. Pergerakan harga saham juga dipengaruhi aktivitas transaksi investor dan kondisi keuangan perusahaan.
Dari sisi kinerja, pendapatan RANS pada semester I-2026 tercatat turun 13,17% menjadi Rp149 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi salah satu faktor fundamental yang turut perlu dicermati investor.
Baca Juga: 4 Emiten Grup Barito Telah Buyback Saham Sebesar Rp830,7 Miliar hingga Awal November 2026
Baca Juga: Saham HSC Masih Muncul di IHSG, BEI Ungkap Penyebabnya
Jika dibandingkan dengan harga IPO sebesar Rp170 per saham, posisi RANS saat ini sudah turun sekitar 43,53%.
Penurunannya bahkan lebih dalam jika dibandingkan dengan level tertinggi Rp314 per saham yang pernah dicapai pada Juli 2026. Dari posisi tersebut, saham RANS telah terkoreksi sekitar 69,43%.
Kombinasi antara kontroversi yang menyeret nama Raffi Ahmad dan penurunan pendapatan perusahaan membuat saham RANS berada dalam tekanan. Namun, seberapa besar pengaruh sentimen boikot terhadap pergerakan saham ini masih belum dapat dipastikan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: