Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bitcoin Turun 2,22%, Analis Prediksi Harga Bisa Tembus US$57.000

Bitcoin Turun 2,22%, Analis Prediksi Harga Bisa Tembus US$57.000 Kredit Foto: Kaspersky
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga Bitcoin (BTC) melemah 2,22% dalam 24 jam terakhir hingga menyentuh US$76.457 atau sekitar Rp1,38 miliar per koin pada perdagangan Selasa (3/11/2026) siang. Tekanan tersebut terjadi menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS), yang dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan industri kripto di negara tersebut.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 12.34 WIB, Bitcoin bergerak pada rentang Rp1,387 miliar hingga Rp1,421 miliar per koin. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp27,9 kuadriliun, sedangkan volume transaksi dalam 24 jam tercatat sebesar Rp446,16 triliun.

Pelemahan Bitcoin juga terlihat dalam periode yang lebih panjang. Dalam sepekan terakhir, harganya terkoreksi 4%, sementara dalam 30 hari terakhir penurunannya mencapai 9,87%.

Melansir CoinPedia, analis kripto Ali Martinez memperkirakan Bitcoin masih berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut hingga sekitar 30%. Dalam proyeksi tersebut, level US$57.000 kembali menjadi salah satu titik perhatian pelaku pasar.

Tekanan terhadap Bitcoin turut dikaitkan dengan pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026. Pemilu tersebut akan menentukan komposisi kekuasaan di Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat, termasuk anggota parlemen yang memimpin komite keuangan utama dan berperan dalam pembentukan regulasi aset kripto.

Salah satu regulasi yang menjadi perhatian industri adalah RUU CLARITY. Hasil pemilu dapat memengaruhi arah pembahasan dan prospek legislasi tersebut di masa mendatang.

Secara historis, pergerakan Bitcoin menjelang pemilihan paruh waktu AS juga cenderung melemah. Dalam empat pemilu sebelumnya sejak 2010, Bitcoin mencatatkan penurunan harga yang signifikan. Pada 2014, harganya turun lebih dari 48%, disusul penurunan 37% pada 2018 dan 16% pada 2022.

Menjelang pemilu 2026, Bitcoin telah terkoreksi 7,3% berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut.

Tekanan juga terjadi pada sejumlah aset kripto utama lainnya. Ethereum (ETH) turun 1,96% menjadi Rp40,78 juta per koin, sedangkan BNB melemah 2,07% ke level Rp12,62 juta per koin.

Solana (SOL) terkoreksi 3,21% menjadi Rp1,66 juta per koin dan XRP turun 0,21% menjadi Rp22.684 per koin.

Pada kelompok aset kripto berkapitalisasi menengah dan kecil, mayoritas harga juga bergerak di zona merah. Dogecoin (DOGE) turun 2,40% menjadi Rp1.342 per koin, Cardano (ADA) melemah 2,33% ke level Rp3.409 per koin, dan Chainlink (LINK) terkoreksi 2,48% menjadi Rp201.078 per koin.

Bitcoin Cash (BCH) turut melemah 2,64% menjadi Rp4,98 juta per koin. Sementara itu, TRON (TRX) bergerak berlawanan arah dengan menguat 2,14% menjadi Rp5.823 per koin.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: