Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ratusan Ribu Warga Jadi Korban Karhutla, Pengamat Sentil Komitmen Kemanusiaan Prabowo

Ratusan Ribu Warga Jadi Korban Karhutla, Pengamat Sentil Komitmen Kemanusiaan Prabowo Kredit Foto: Fajar.co.id
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti komitmen kemanusiaan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Di tengah banyaknya warga yang terdampak, Gigin mengkritik Prabowo karena dinilai tidak menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat di hadapan publik.

"Sudah ratusan ribu korban tewas dan terserang penyakit akibat kebakaran dan pembakaran hutan hanya dalam waktu beberapa bulan. Tak ada permintaan maaf dari presiden yang mengaku siap mati demi rakyat," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (3/11).

Gigin juga menyindir latar belakang Prabowo yang dinilainya tidak mencerminkan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

"Ini menegaskan bahwa dia dibesarkan dalam lingkungan yang kaya harta tapi miskin kemanusiaan," lanjutnya.

Berdasarkan pemodelan Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) dan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), polusi asap beracun diperkirakan memicu lebih dari 5.260 kematian dini dalam jangka pendek serta menyebabkan sedikitnya 333.470 warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Baca Juga: Emiten Kebun Salim (SIMP) Dipanggil Singapura soal Karhutla, Manajemen Buka Suara

Paparan asap beracun tersebut paling pekat menyelimuti wilayah Kalimantan dan Sumatra. Kalimantan Selatan mencatat angka kasus ISPA tertinggi, yakni 74.636 kasus.

Sumatera Selatan menyusul di posisi kedua dengan 74.458 kasus. Sementara itu, Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 91.000 kasus secara berkala, seiring dengan terbakarnya 81.000 hektare lahan gambut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya