Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Produksi Freeport Turun Drastis, PTFI Sebut Masih Sesuai Target

Produksi Freeport Turun Drastis, PTFI Sebut Masih Sesuai Target Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, menyebut produksi perusahaan pada kuartal III-2026 masih mengalami penurunan signifikan dibandingkan kapasitas normal. Meski demikian, realisasi produksi tersebut diklaim masih sesuai dengan proyeksi perusahaan yang telah disampaikan sejak awal tahun.

Tony menyebut produksi tembaga PTFI pada kuartal III-2026 mencapai 249 juta pound, sedangkan produksi emas sebesar 219 ribu ounce.

"Jadi ada penurunan drastis, kalau dari kapasitas normal ya penurunan drastis, tapi sesuai dengan forecast kita yang sudah kita sampaikan ke publik dari awal tahun," ujar Tony dalam gelaran Minerba Convex di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Untuk keseluruhan 2026, PTFI menargetkan produksi tembaga sebesar 820 juta pound dan emas sebanyak 700 ribu ounce. Tony menyebut realisasi produksi selama sembilan bulan pertama tahun ini telah mencapai sekitar 67% dari proyeksi perusahaan.

"Jadi total sudah kira-kira 67% (9M) dari forecast sampai akhir tahun. Jadi sesuai target," tandasnya.

Sementara itu, laporan kinerja kuartal III-2026 yang dirilis induk usaha Freeport-McMoRan (FCX) pada 27 Oktober 2026 mencatat produksi tembaga PTFI selama Januari-September 2026 mencapai 549 juta pound. Jumlah tersebut turun sekitar 43,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 966 juta pound.

Produksi emas selama sembilan bulan pertama 2026 juga tercatat sebesar 505 ribu ounce, turun sekitar 42,4% dibandingkan Januari-September 2025 yang mencapai 876 ribu ounce.

Secara khusus, FCX mencatat produksi tembaga PTFI pada kuartal III-2026 sebesar 249 juta pound, turun dari 311 juta pound pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, produksi emas tercatat 229 ribu ounce, lebih rendah dibandingkan 281 ribu ounce pada kuartal III-2025.

Terkait operasional tambang, FCX menjelaskan PTFI masih menjalankan proses pemulihan dan peningkatan kapasitas tambang bawah tanah Grasberg Block Cave setelah insiden external mud rush pada September 2025.

Dalam laporan tersebut, FCX mencatat tingkat pengolahan bijih atau mill throughput PTFI pada kuartal III-2026 mencapai rata-rata 141 ribu metrik ton per hari atau sekitar 67% dari kapasitas normal. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 ribu metrik ton bijih per hari berasal dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave.

"PTFI terus memperkirakan dapat mencapai 80% kapasitas pada pertengahan 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027," tulis FCX dalam laporan kinerjanya.

Baca Juga: Freeport Habiskan US$934 Juta untuk Pemulihan Tambang Grasberg

Baca Juga: Laba Operasi PTFI Anjlok 51,9% pada Kuartal III-2026

Untuk mendukung pemulihan produksi, PTFI telah menyelesaikan kegiatan pemulihan dan restorasi yang diperlukan untuk mengoperasikan kembali Production Block 2 dan 3. Perusahaan memulai peningkatan aktivitas produksi pada kedua blok tersebut pada akhir Maret 2026.

Selain itu, peningkatan sistem penanganan material di area pengangkutan Grasberg Block Cave ditargetkan selesai pada awal 2027. PTFI juga melanjutkan persiapan untuk memulai kembali produksi dari Production Block 1S pada pertengahan 2027.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra