Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hubungan Jokowi dan Listyo Sigit Bermula di Solo, Pernah Tangani Bom Bunuh Diri GBIS Kepunton

Hubungan Jokowi dan Listyo Sigit Bermula di Solo, Pernah Tangani Bom Bunuh Diri GBIS Kepunton Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hubungan profesional Joko Widodo dan Listyo Sigit Prabowo bermula ketika keduanya sama-sama bertugas di Kota Surakarta pada 2011. Saat itu, Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo, sedangkan Listyo dipercaya menduduki posisi Kapolresta Surakarta setelah sebelumnya bertugas di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Keduanya memiliki tanggung jawab berbeda dalam lingkup pemerintahan dan keamanan daerah. Jokowi memimpin penyelenggaraan pemerintahan kota, sementara Listyo bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Surakarta.

Salah satu peristiwa besar yang terjadi ketika Listyo menjabat Kapolresta Surakarta adalah aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton pada September 2011. Peristiwa tersebut menewaskan pelaku dan menyebabkan sejumlah orang terluka.

Insiden tersebut menjadi salah satu peristiwa keamanan yang terjadi selama masa penugasan Listyo di Solo. Pengalaman di wilayah tersebut kemudian menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum melanjutkan karier ke sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri.

Sebelum ditugaskan di Surakarta, Listyo merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 yang telah menjalani berbagai penugasan. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Pati dan Kapolres Sukoharjo, dua posisi kewilayahan di Jawa Tengah yang menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Pada 2011, Listyo mendapat promosi menjadi Kapolresta Surakarta. Penugasan tersebut membuatnya bekerja dalam satu lingkup pemerintahan daerah dengan Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Wakil Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo.

Kebersamaan keduanya di Solo tidak berhenti ketika Jokowi meninggalkan jabatan wali kota. Setelah Jokowi terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia dalam Pemilihan Presiden 2014, Listyo kembali mendapat penugasan yang mempertemukannya dengan mantan kepala daerah tersebut.

Pada 30 Oktober 2014, Listyo yang saat itu berpangkat Komisaris Besar Polisi ditunjuk menjadi ajudan Presiden Jokowi. Penugasan itu menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya karena ia mulai menjalankan tugas di lingkungan Istana Kepresidenan setelah sebelumnya bertugas di wilayah kepolisian.

Baca Juga: Riwayat Karier Listyo Sigit Prabowo, dari Kapolres hingga Melesat

Sebagai ajudan presiden, Listyo bertugas mendampingi kepala negara dalam berbagai kegiatan resmi serta menjalankan tugas pengamanan dan koordinasi sesuai tanggung jawabnya. Pengalaman tersebut menambah rekam jejak penugasannya sebelum kembali menempati sejumlah jabatan penting di institusi Polri.

Setelah bertugas sebagai ajudan, Listyo melanjutkan karier di kepolisian dengan menduduki sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara, Kapolda Banten, hingga Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Karier Listyo terus berkembang ketika dipercaya menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri pada 6 Desember 2019. Posisi tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum namanya diajukan Jokowi sebagai calon tunggal Kapolri pada Januari 2021.

Jokowi kemudian melantik Listyo sebagai Kapolri ke-25 pada 27 Januari 2021. Perjalanan keduanya dari Surakarta hingga Istana memperlihatkan rangkaian hubungan profesional yang berlangsung sejak Jokowi masih menjabat kepala daerah sampai memimpin pemerintahan Indonesia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama