Jokowi Pilih Listyo Sigit Jadi Calon Tunggal Kapolri pada 2021, Ini Riwayat Hubungan Keduanya
Kredit Foto: Tim Komunikasi dan Media AIS Forum 2023
Presiden Joko Widodo mengajukan Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kepada DPR RI pada 13 Januari 2021. Keputusan tersebut menempatkan Listyo sebagai calon pengganti Jenderal Polisi Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun pada Februari 2021.
Sebelum resmi menjadi Kapolri, Listyo harus melewati tahapan uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Proses tersebut berlangsung pada 20 Januari 2021, sebelum DPR menyetujui pengangkatannya melalui rapat paripurna sehari kemudian.
Setelah mendapatkan persetujuan DPR, Listyo akhirnya dilantik Jokowi sebagai Kapolri pada Rabu, 27 Januari 2021. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5/Polri Tahun 2021 tentang Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Listyo juga memperoleh kenaikan pangkat menjadi Jenderal Polisi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 7/Polri Tahun 2021. Ia resmi menggantikan Idham Azis sebagai Kapolri ke-25.
Penunjukan Listyo menjadi pimpinan tertinggi Polri merupakan bagian penting dari perjalanan kariernya di institusi kepolisian. Sebelum diajukan sebagai calon tunggal, ia telah menduduki berbagai jabatan, mulai dari posisi kewilayahan hingga sejumlah jabatan strategis di tingkat pusat.
Karier Listyo di kepolisian dimulai setelah lulus dari Akademi Kepolisian pada 1991. Ia kemudian menjalani berbagai penugasan, termasuk menjadi Kapolres Pati, Kapolres Sukoharjo, dan Kapolresta Surakarta.
Ketika bertugas sebagai Kapolresta Surakarta pada 2011, Listyo bekerja bersama Jokowi yang saat itu menjabat Wali Kota Solo. Keduanya berada dalam lingkup pemerintahan daerah dengan tanggung jawab berbeda, yakni Jokowi memimpin pemerintahan kota dan Listyo bertanggung jawab atas keamanan serta ketertiban masyarakat.
Salah satu peristiwa penting selama masa tugas Listyo di Surakarta adalah aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton pada September 2011. Insiden tersebut menewaskan pelaku dan menyebabkan sejumlah orang terluka.
Hubungan profesional keduanya berlanjut setelah Jokowi terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Presiden 2014. Pada 30 Oktober 2014, Listyo yang masih berpangkat Komisaris Besar Polisi ditunjuk menjadi ajudan presiden.
Setelah menjalankan tugas di lingkungan Istana, Listyo kembali melanjutkan kariernya di Polri. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara, Kapolda Banten pada 2016, serta Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pada 2018.
Baca Juga: Agenda Resmi Hari ini Kepala KSP Listyo Sigit, Sempat Melakukan Sidak
Pada 6 Desember 2019, Listyo dipercaya menduduki jabatan Kabareskrim Polri. Posisi tersebut menjadi salah satu jabatan strategis yang diembannya sebelum Jokowi mengajukan namanya sebagai calon tunggal Kapolri.
Usai dilantik, Listyo menyampaikan komitmennya untuk melakukan transformasi di tubuh Polri. Ia menekankan pentingnya menghadirkan kepolisian yang tegas, humanis, transparan, serta mampu memberikan pelayanan publik yang baik.
Listyo kemudian memimpin Polri selama lebih dari lima tahun sebelum memasuki penugasan baru di lingkungan pemerintahan. Terhitung sejak 1 Oktober 2026, ia resmi menjabat Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) setelah mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolri.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: