Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Misteri Mako Brimob dan Istana Diintai: Benarkah Terjadi Perang Internal Elit Pasca-Putusan MA soal Gibran?

Misteri Mako Brimob dan Istana Diintai: Benarkah Terjadi Perang Internal Elit Pasca-Putusan MA soal Gibran? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, Henri Subiakto, menyoroti isu penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri yang disebut-sebut ditahan di Markas Komando (Mako) Brimob di kawasan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Henri menilai terdapat pihak yang tengah merasa resah dan khawatir dengan kondisi politik dan hukum saat ini, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) terkait persoalan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Isu Pengamanan Jenderal Polri Mencuat, Said Didu Sebut Oktober Jadi Ronde Terakhir Geng SOP vs Hambalang

"Ada yang resah dan sangat khawatir dengan keadaan politik dan hukum, pasca keputusan MK dan MA," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (3/11).

Menurut Henri, kekuatan politik tertentu berupaya sekuat tenaga agar skenario politik yang sebelumnya telah dirancang tidak berubah. Hal itu dilakukan agar mereka tidak tersingkir dari lingkar kekuasaan dan orbit politik di Tanah Air. 

Ia menilai, menguatnya konsolidasi kekuasaan Presiden Prabowo Subianto yang diikuti melemahnya kekuatan pesaing politiknya telah menimbulkan keresahan di kalangan tertentu. Kondisi tersebut, menurutnya, bahkan membuat aktivitas Presiden dan lingkungan Istana harus dipantau serta diawasi secara diam-diam.

Henri juga menyebut telah terjadi perbedaan agenda politik dan perebutan pengaruh di internal kekuasaan atau war within (perang di dalam).

"Faktanya sudah terjadi perbedaan agenda politik, dan terjadi perang pengaruh di dalam, war within," ucapnya.

Menurutnya, para loyalis dari kelompok yang berseberangan bahkan berani memantau aktivitas Presiden Prabowo hingga memunculkan peristiwa yang mengejutkan publik.

"Sebuah peristiwa yang justru akan mempercepat terjadinya perubahan komposisi politik yang berbeda dengan skenario yang dulu ditetapkan 2024," tandasnya.

Sebagai informasi, isu mengenai pengamanan sejumlah perwira tinggi Polri mulai ramai diperbincangkan sejak Senin (2/11/2026).

Dalam kabar yang beredar, beberapa jenderal yang bertugas di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri disebut-sebut telah diamankan dan dibawa ke Mako Brimob di kawasan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Baca Juga: Geger Isu Penyadapan Istana oleh Jenderal Polri, Menko Yusril Akhirnya Buka Suara

Rumor tersebut kemudian berkembang dengan munculnya dugaan penyadapan di lingkungan Istana Kepresidenan yang dikaitkan dengan sejumlah pejabat tinggi kepolisian.

Tak hanya itu, beredar pula informasi mengenai pemeriksaan seorang perwira tinggi Polri berpangkat jenderal bintang empat. Kabar ini menambah spekulasi publik mengenai dugaan persoalan yang tengah terjadi di internal institusi kepolisian.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya