Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Dibayangi Ketidakpastian Global dan Domestik, Waspadai Potensi Koreksi ke 4.650

IHSG Dibayangi Ketidakpastian Global dan Domestik, Waspadai Potensi Koreksi ke 4.650 Kredit Foto: Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketidakpastian global dan domestik masih membayangi pergerakan pasar saham Indonesia. Phintraco Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi apabila level support 4.900 gagal menahan tekanan jual.

Dalam riset hariannya, Rabu (4/11/2026), Phintraco Sekuritas menyebut IHSG berpeluang menguji area 4.650–4.750 jika tekanan pelemahan berlanjut dan level support tersebut ditembus.

Tekanan terhadap pasar datang dari sejumlah sentimen, baik eksternal maupun domestik. Dari global, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Investor mulai kembali mengakumulasi saham-saham teknologi berkapitalisasi besar setelah sebelumnya mengalami tekanan.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati perkembangan politik AS, terutama hasil pemilihan umum paruh waktu atau midterm election.

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada perubahan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 5,4%–5,5%.

"Di sisi lain, pemerintah memberikan kepastian terkait kebijakan perpajakan. Menteri Keuangan menegaskan tidak akan ada skema pungutan pajak baru yang diberlakukan pada 9 November 2026," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Pemerintah juga tengah menyiapkan perubahan aturan mengenai Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Perkembangan kebijakan tersebut berpotensi menjadi perhatian pelaku pasar karena berkaitan dengan pengelolaan devisa hasil ekspor.

Harga Minyak dan Emas Melemah, Imbal Hasil Obligasi AS Naik

Pergerakan pasar global juga dipengaruhi oleh perkembangan harga komoditas dan pasar obligasi. Harga minyak melemah pada Selasa (3/11/2026), seiring munculnya harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun atau US Treasury yield naik lebih dari 6 basis poin ke level 4,96%. Kenaikan imbal hasil tersebut menjadi salah satu faktor yang dicermati investor dalam menentukan alokasi investasi di pasar keuangan.

Baca Juga: Isu Dugaan Penyadapan di Internal Polri Mencuat, IHSG Anjlok 3,78% Ke Level 4.904,29

Baca Juga: Asing Tarik Dana Jumbo, IHSG Ambruk Tembus Level 4.900

Di pasar logam mulia, harga emas spot ditutup melemah 0,5% ke level US$3.927 per troy ounce.

Di tengah ketidakpastian pasar, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pada perdagangan Rabu (4/11/2026).

Lima saham yang masuk dalam daftar pilihan atau top picks adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).

Investor tetap perlu memperhatikan perkembangan sentimen global dan domestik, terutama kemampuan IHSG bertahan di level 4.900. Apabila level tersebut gagal dipertahankan, area 4.650–4.750 menjadi rentang yang perlu diwaspadai.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan