Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Terungkap! 5 Teknologi Penyadapan Canggih, Ada Pegasus hingga LIMS

Terungkap! 5 Teknologi Penyadapan Canggih, Ada Pegasus hingga LIMS Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perkembangan teknologi digital membuat metode penyadapan komunikasi semakin canggih. Jika dahulu penyadapan identik dengan pemasangan alat perekam atau mikrofon tersembunyi, kini aktivitas tersebut dapat dilakukan melalui perangkat lunak pengintai hingga sistem intersepsi jaringan telekomunikasi.

Teknologi penyadapan umumnya dikembangkan untuk mendukung kepentingan keamanan, intelijen, dan penegakan hukum. Namun, penggunaannya tanpa kewenangan dan prosedur hukum dapat menjadi pelanggaran privasi serta tindak pidana.

Isu penyadapan kembali menjadi perhatian publik setelah Bareskrim Polri mengungkap dugaan penyadapan ilegal terhadap sejumlah nomor telepon, termasuk milik Presiden Prabowo Subianto, pejabat negara, politikus, jurnalis, hingga pengusaha.

Dalam perkembangan penyidikan pada 3 November 2026, Bareskrim menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka diduga memasukkan sejumlah nomor telepon ke dalam sistem Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa melalui verifikasi maupun prosedur hukum yang berlaku.

Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin menjelaskan, nomor-nomor tersebut diduga disadap tanpa berkaitan dengan proses penyelidikan maupun penyidikan yang sah. Penyidik juga mendalami dugaan penghapusan berkas hasil penyadapan dan jejak aktivitas sistem pada Oktober 2026.

Kasus tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi intersepsi komunikasi dapat menjadi persoalan serius apabila digunakan di luar ketentuan hukum.

Berikut lima teknologi yang dikenal dalam dunia penyadapan dan pengawasan komunikasi:

1. Pegasus

Pegasus merupakan perangkat lunak pengintai atau spyware yang dikembangkan perusahaan teknologi asal Israel, NSO Group.

Perangkat ini dirancang untuk menyusup ke ponsel berbasis Android maupun iOS. Setelah berhasil menginfeksi perangkat, Pegasus dapat mengakses berbagai informasi, seperti pesan, daftar kontak, foto, lokasi, serta data komunikasi lainnya.

Salah satu kemampuan yang membuat Pegasus menjadi perhatian adalah metode serangan zero-click. Teknik ini memungkinkan infeksi perangkat tanpa mengharuskan korban mengeklik tautan atau mengunduh file tertentu.

Dalam kondisi tertentu, spyware tersebut juga dapat mengakses mikrofon dan kamera perangkat sehingga aktivitas target berpotensi dipantau dari jarak jauh.

2. Predator

Predator merupakan spyware komersial yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Cytrox dan dikaitkan dengan Intellexa Alliance.

Seperti Pegasus, Predator dirancang untuk menyusup ke perangkat seluler dan mengambil informasi dari dalam ponsel yang menjadi target.

Kemampuannya mencakup pengumpulan data komunikasi, informasi pribadi, serta pemantauan aktivitas perangkat. Bergantung pada metode infeksi dan tingkat keberhasilan serangan, spyware ini dapat memberikan akses yang luas kepada operatornya.

Penggunaan Predator dalam berbagai kasus pengawasan digital juga menjadi perhatian organisasi pemerhati keamanan siber dan hak asasi manusia.

Baca Juga: Nomor Prabowo Diduga Disadap Lewat Sistem LIMS, Begini Cara Kerja Teknologi Penyadapan Polri

3. IMSI Catcher atau StingRay

IMSI Catcher merupakan perangkat yang dapat menyamar sebagai menara pemancar seluler atau Base Transceiver Station (BTS).

Perangkat ini bekerja dengan membuat ponsel di area tertentu terhubung ke sinyal yang dipancarkannya. Setelah perangkat menangkap koneksi tersebut, operator dapat mengidentifikasi nomor identitas pelanggan seluler atau IMSI.

Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk melacak keberadaan perangkat dan mengumpulkan informasi komunikasi tertentu, bergantung pada jenis perangkat serta konfigurasi yang digunakan.

IMSI Catcher kerap menjadi perhatian karena pengguna ponsel di sekitar area operasi berpotensi ikut terdampak meskipun bukan target utama.

4. Directional Microphone atau Mikrofon Terarah

Berbeda dengan spyware yang bekerja melalui perangkat lunak, mikrofon terarah merupakan teknologi pengambilan suara dari lokasi tertentu.

Alat ini dirancang untuk menangkap percakapan dari jarak jauh dengan memanfaatkan arah pancaran suara. Penggunaannya dapat membantu mendengarkan pembicaraan di lokasi yang sulit dijangkau secara langsung.

Teknologi mikrofon terarah memiliki sejumlah bentuk dan kemampuan. Salah satu pengembangannya adalah mikrofon laser yang memanfaatkan getaran permukaan kaca akibat suara untuk memperoleh kembali informasi percakapan.

5. Lawful Interception Management System (LIMS)

LIMS merupakan sistem pengelolaan intersepsi komunikasi yang berkaitan dengan infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Sistem ini digunakan untuk mengelola proses penyadapan komunikasi melalui jaringan operator, termasuk administrasi target, pengaturan intersepsi, dan pengelolaan hasil pemantauan.

Dalam pelaksanaannya, penggunaan sistem intersepsi harus mengikuti kewenangan dan prosedur hukum yang berlaku. Artinya, akses terhadap nomor telepon seseorang tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

LIMS menjadi sorotan setelah Bareskrim mengungkap dugaan penyalahgunaan sistem tersebut dalam kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh lainnya.

Berdasarkan penjelasan penyidik, sejumlah nomor telepon diduga dimasukkan ke server LIMS tanpa proses verifikasi dan tanpa dokumen permohonan penyidikan yang dipersyaratkan.

Kecanggihan teknologi penyadapan membawa tantangan tersendiri bagi perlindungan privasi dan keamanan informasi. Di satu sisi, teknologi tersebut dapat mendukung penegakan hukum dan kepentingan keamanan nasional. Namun, di sisi lain, penyalahgunaannya dapat mengancam hak privasi masyarakat.

Karena itu, setiap tindakan intersepsi komunikasi harus memiliki dasar kewenangan dan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti