Kredit Foto: KAI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memproyeksikan jumlah pengguna kereta api di sepanjang 2026 bisa melampaui 500 juta orang. Proyeksi ini muncul lantaran penumpang kereta api terus meningkat setiap tahunnya.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, jumlah pengguna kereta api hingga Oktober 2026 saja mencatat kenaikan 7% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, dengan lebih dari 440 juta penumpang.
"Kita melihat bahwa kami punya proyeksi setiap tahun penumpang kereta itu punya potensi naik di angka 8-13%," jelas Anne di Jakarta, dikutip Rabu (4/11/2026).
Berbekal okupansi 440 juta orang penumpang hingga Oktober 2026, Anne meyakini jumlah pengguna kereta api bakal terus bertambah hingga akhir tahun. Terlebih momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 bakal turut mendongkrak angka pemakaian kereta api.
"Ini belum bergabung dengan Nataru, kemudian libur Nataru. Jadi kita proyeksikan sampai akhir tahun nanti lebih dari 500 juta orang akan menggunakan kereta," ungkap dia.
Lebih lanjut, Anne turut menyampaikan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 yang akan menambah frekuensi perjalanan kereta. Selain menambah perjalanan kereta, KAI juga menyiapkan sekitar 7.000 kursi tambahan per hari untuk KA jarak jauh.
Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas Naik 5%, Kemenhub Waspadai Periode Nataru 2026/2027
Baca Juga: Kemenhub Siapkan Ramp Check 2.140 Kapal hingga 223 Bandara Jelang Nataru
"Jadi di Gapeka 2026 ini kita bisa menambah 7 ribu tempat duduk per hari. Sehingga dalam satu hari itu antar kotanya kita bisa mengangkut hampir 140 ribu," terang dia.
Anne juga coba menjelaskan adanya beberapa perubahan jadwal perjalanan kereta api dalam Gapeka 2026. Penyesuaian jadwal ini dilakukan guna mengakomodir adanya penambahan maupun peningkatan kapasitas dalam sistem operasi kereta api.
"Karena kalau misalkan kita melakukan penambahan dan peningkatan kapasitas pasti yang namanya secara operasi itu harus banyak yang disesuaikan. Apalagi tadi ada penambahan stasiun naik turun dan yang lain, sehingga mempengaruhi jadwal yang lain," turut dia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan