Kredit Foto: Fajar.co.id
Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menduga adanya keterlibatan pihak asing dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret sejumlah perwira tinggi Polri.
Menurut Gigin, dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo dan sejumlah pejabat strategis yang disebut berlangsung pada 2025-2026 tidak terlepas dari kemungkinan keterlibatan jaringan spionase asing. Ia juga menyebut "Geng Solo" sebagai ujung tombak penetrasi pengaruh China, sementara pihak yang berseberangan disebutnya pro-Amerika Serikat (AS).
"Operasi penyadapan terhadap Prabowo dan para pejabat strategis lainnya tak melibatkan jaringan spionase asing adalah mustahil. Geng Solo adalah ujung tombak penetrasi pengaruh Cina, sedangkan lawannya pro Amerika," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (4/11).
Sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Asep Safrudin mengungkapkan bahwa penyidik telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Ketiganya adalah mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (LSP), Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution (ASN), dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso (EH).
Baca Juga: Buntut Kasus Penyadapan Presiden, Wamenhaj Ungkap Arahan Mengejutkan Prabowo ke Jajaran Kabinet
Informasi tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (3/11/2026).
"Penyidik telah menetapakan 3 orang tersangka dengan inisial LSP, ASN, EH," kata Asep.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: