Kredit Foto: ASKI
Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) membidik potensi perdagangan kopi nasional senilai US$5,98 juta atau sekitar Rp108 miliar dalam 12 bulan ke depan setelah berpartisipasi dalam World of Coffee Panama 2026. Target tersebut setara dengan rencana perdagangan sebanyak 36 kontainer atau sekitar 691 ton kopi melalui pengembangan jaringan mitra internasional.
Ketua Umum DPP ASKI, Irsan Yumeno, memimpin delegasi Indonesia dalam ajang yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Panama Convention Center, Panama City. Dalam kegiatan tersebut, ASKI menjajaki peluang kerja sama dengan delapan entitas prospektif yang memiliki jaringan pasar di Afrika Selatan, Prancis, Belanda, Argentina, Kanada, Swedia, Kolombia, dan Panama.
Target perdagangan tersebut masih berupa skenario pengembangan internal berdasarkan asumsi komersial. Angka itu belum mencerminkan transaksi ekspor, kontrak pembelian, maupun komitmen perdagangan yang telah disepakati selama pameran.
Penjajakan tersebut mencakup peluang distribusi kopi Indonesia, pengenalan calon pembeli, akses ke jaringan roastery, serta pengembangan hubungan perdagangan antarpelaku usaha. Tahapan berikutnya meliputi validasi mitra, pemetaan kebutuhan pembeli, pengiriman sampel, hingga pembahasan persyaratan perdagangan.
Dalam World of Coffee Panama 2026, ASKI berpartisipasi melalui Indonesia Pavilion dengan mengusung konsep Archipelago of Indonesia Coffee. Keikutsertaan tersebut melibatkan kurasi 17 merek kopi Indonesia yang memiliki jaringan kemitraan di berbagai daerah.
Berdasarkan data yang dihimpun ASKI dari merek peserta, jaringan afiliasi tersebut secara agregat melibatkan lebih dari 2.000 petani kopi. Cakupan ekosistemnya berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, hingga Papua.
Sebanyak 17 merek yang berpartisipasi meliputi Bepahkupi, Kopivolusi Niwa Indonesia, Willkin Coffee, Gravfarm Indonesia, Khwa Coffee, Kivahan, Kopi Petung Windusari, Coffee Puntang Wangi, Roemah Koffie, Terra Herritage Commodities, Kopi Rejo Mulyo (Kojoyo), Papua Black Gold Coffee, Geothermal Coffee Producer, QOPA, Homer Roastery, Radjea Coffee, dan Solaku Estate.
ASKI juga memperkenalkan lebih dari 20 asal kopi atau origin Nusantara, antara lain Gayo, Mandailing, Kerinci, Ciwidey, Puntang, Kamojang, Ijen, Bali Mt. Sanghyang, Sembalun, Bajawa, Toraja, serta sejumlah wilayah penghasil kopi di Papua Pegunungan.
Produk yang diperkenalkan mencakup berbagai jenis kopi, mulai dari Arabika, Robusta, Liberika, Ekselsa, hingga kopi luwak. Kurasi tersebut merepresentasikan rantai industri kopi dari sektor hulu, pengolahan pascapanen, pengembangan produk, hingga pemasaran.
Delegasi ASKI dipimpin Irsan bersama Sekretaris Jenderal DPP ASKI Muh Dwiki Cahyadi. Turut hadir Ketua Koordinator Wilayah ASKI Papua M.F. Qorano Wanggai serta sejumlah pengurus DPP ASKI, termasuk Wakil Ketua Umum IV dan Ketua Bidang Perdagangan.
Partisipasi Indonesia dalam ajang internasional tersebut mendapat dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Panama. ASKI menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar RI untuk Panama, Hendra Halim, beserta jajaran KBRI atas dukungan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Dukungan diplomatik tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku industri kopi Indonesia dengan jaringan perdagangan internasional melalui Indonesia Pavilion.
Ke depan, ASKI akan menindaklanjuti penjajakan dengan calon mitra melalui validasi kebutuhan pasar, pengenalan produk, pengiriman sampel, serta pembahasan persyaratan komersial. Langkah tersebut diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha dan petani kopi Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: