Liverpool Tumbang 2-3 dari Fenerbahce, Iraola Geram dengan Pertahanan The Reds
Kredit Foto: Instagram/1andni
Liverpool gagal mempertahankan tren positif di Liga Champions 2026/2027. Bertandang ke markas Fenerbahce, The Reds justru pulang dengan kekalahan 2-3 dalam pertandingan di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, Turkiye, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB.
Hasil ini sekaligus mengakhiri catatan sempurna Liverpool di kompetisi Eropa musim ini. Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena pasukan Andoni Iraola sempat dua kali unggul sebelum akhirnya menyerah dari tuan rumah.
Liverpool membuka keunggulan melalui Trey Nyoni. Namun, Fenerbahce mampu menyamakan kedudukan lewat Mason Greenwood.
Alexander Isak kemudian membawa The Reds kembali memimpin. Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Archie Brown mencetak gol penyeimbang bagi Fenerbahce.
Petaka bagi Liverpool datang pada menit ke-79. Vedat Muriqi berhasil mencetak gol yang memastikan kemenangan 3-2 bagi tim tuan rumah.
Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap performa lini belakang timnya.
Dia menilai tiga gol Fenerbahce seharusnya bisa dihindari apabila para pemain lebih disiplin dalam mengantisipasi situasi bola mati.
Iraola secara khusus menyoroti sejumlah kesalahan yang berujung pada gol lawan, mulai dari tendangan bebas hingga lemparan jauh.
"Gol-gol murah. Gol-gol yang berantakan," ujar Iraola dalam konferensi pers seusai pertandingan, dikutip dari ESPN.
Dia kemudian menjelaskan bagaimana Liverpool gagal mengantisipasi beberapa situasi yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya.
"Tendangan bebasnya cukup jauh, menembus tembok pertahanan. Gol terakhir berasal dari lemparan jauh, gol kedua Cody (Gakpo) menyentuh bola tepat di depan Ali (Alisson Becker)," lanjutnya.
Selain persoalan koordinasi pertahanan, Iraola juga mengakui atmosfer Stadion Sukru Saracoglu menyulitkan komunikasi di lapangan.
Suasana stadion yang sangat bising membuat instruksi dari pinggir lapangan sulit diterima pemain.
"Di stadion hampir tidak mungkin untuk berkomunikasi, sulit bagi saya untuk memberikan instruksi dan komunikasi antara Cody dan Ali juga sulit," katanya.
Iraola menegaskan persoalan bola mati harus segera dibenahi. Pasalnya, Liverpool sebelumnya mampu mengantisipasi situasi tersebut dengan cukup baik.
"Kami kebobolan dari tendangan bebas, sepak pojok, lemparan jauh, dan itu sangat merugikan kami," ucapnya.
"Kami unggul dua kali, kami kebobolan dalam situasi yang seharusnya bisa kami atasi dengan lebih baik. Hingga hari ini, kami telah menangani situasi-situasi ini dengan baik. Namun, hal itu telah merugikan kami. Kami harus berbuat lebih baik," tambah Iraola.
Selain mengevaluasi pertahanan, Iraola juga menjelaskan keputusannya melakukan lima perubahan pemain dibandingkan pertandingan melawan Arsenal pada Minggu (1/11/2026).
Beberapa pemain andalan seperti Alexander Isak, Florian Wirtz, dan Cody Gakpo tidak masuk susunan starter.
Ketiganya baru dimainkan pada babak kedua untuk membantu Liverpool mengejar hasil positif.
Iraola menegaskan pergantian komposisi pemain merupakan bagian dari strategi yang sudah diterapkan sepanjang musim.
Menurutnya, jadwal pertandingan yang padat membuat Liverpool harus melakukan rotasi.
"Kami melakukan ini bukan hanya hari ini, kami telah melakukannya sepanjang musim. Di semua pertandingan tengah pekan, kami selalu mengganti empat atau lima pemain karena tidak mungkin mempertahankan sebelas pemain inti," jelasnya.
Dia juga meyakini kedalaman skuad Liverpool cukup memadai untuk menjaga kualitas permainan meskipun terjadi pergantian pemain.
Karena itu, Iraola tidak menjadikan rotasi sebagai alasan utama kekalahan dari Fenerbahce. Dia justru kembali menegaskan bahwa buruknya antisipasi terhadap situasi bola mati menjadi persoalan terbesar Liverpool.
"Saya percaya skuad mampu mempertahankan level permainan dan saya rasa itu bukan alasan utama kekalahan kami. Kami harus lebih memerhatikan bagaimana kami kebobolan gol sebagai penyebab kekalahan," tuturnya.
Kekalahan dari Fenerbahce membuat Liverpool kini menelan dua kekalahan beruntun setelah takluk dari Arsenal di Premier League pekan lalu.
Tren negatif tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Iraola untuk segera mengembalikan performa The Reds.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti
Tag Terkait: