Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kondisi Jokowi Jelang Duduk di Kursi Pesakitan Dibongkar, Kapolri Diminta Ambil Tindakan Tegas

Kondisi Jokowi Jelang Duduk di Kursi Pesakitan Dibongkar, Kapolri Diminta Ambil Tindakan Tegas Kredit Foto: BNN
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus sekaligus putri Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais, mengungkapkan kondisi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjelang persidangan kasus dugaan ijazah palsu.

Hanum menilai Jokowi saat ini tengah panik sehingga berpotensi mengerahkan massa bayaran. Hal tersebut dikhawatirkan dapat memicu kerusuhan. Karena itu, Hanum meminta Kapolri Suyudi Ario Seto untuk menertibkan dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

"Pak @SuyudiArioSeto mohon untuk menertibkan dan menindak tegas pengerahan massa bayaran hari ini oleh Pak Joko Mulyono yang sedianya akan didudukkan di kursi pesakitan menghadapi kasus pemalsuan ijazah," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (5/11).

"Mohon kesiapsiagaan armada karena ybs saat ini panik bukan main dan satu-satunya cara ia melawan adalah melakukan orkestrasi anarkisme lewat massa bayaran dan memecah belah rakyat. Ini serius Pak, jika sudah kalap dan gelap mata si Togog bisa membabi buta menyabet sana sini dengan uangnya, lanjutnya.

Sebagai informasi, Jokowi dijadwalkan hadir langsung sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu pada Kamis (5/11/2026).

Baca Juga: Bukan Cuma Ijazah, Gen Z Ternyata Kecewa Berat dengan Gibran karena Janji 19 Juta Lapangan Kerja

Jokowi dijadwalkan memberikan kesaksian dalam dua persidangan terpisah pada hari yang sama, yakni untuk terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa.

Mengingat kehadiran mantan kepala negara tersebut, pihak Kepolisian Metro Jakarta Timur menerapkan skema pengamanan ketat yang dibagi menjadi tiga ring. Pengamanan itu melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan, termasuk Brimob dan intelijen.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya