Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Industri Pengolahan Jadi Penopang

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Industri Pengolahan Jadi Penopang Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III-2026. Capaian tersebut menunjukkan ekonomi nasional masih mampu mempertahankan pertumbuhan di atas 5% di tengah berbagai tantangan ekonomi. 

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud mengatakan pertumbuhan tersebut tercermin dari peningkatan produk domestik bruto (PDB) Indonesia selama periode Juli-September 2026. 

"Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2026 bila dibandingkan dengan triwulan III-2025 atau secara yoy tumbuh sebesar 5,47%," ujar Edy dalam konferensi pers, Kamis (5/11/2026). 

Berdasarkan besaran nominalnya, PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat mencapai Rp6.741,0 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6.060,0 triliun. 

Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun, lebih tinggi dibandingkan kuartal III-2025 yang mencapai Rp3.444,8 triliun. 

Dari sisi produksi, seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif. Industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, hingga pertambangan menjadi sejumlah sektor yang memberikan kontribusi terhadap ekspansi ekonomi nasional. 

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada kuartal I-2026, ekonomi tumbuh 5,61%, sebelum melandai menjadi 5,29% pada kuartal II-2026. 

Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan ekonomi kali ini lebih tinggi. Pada kuartal III-2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,04%.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra