Jokowi Heran Roy Suryo Simpulkan Ijazahnya Palsu: Saya Gak Ngerti Logika Berpikirnya
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melontarkan keberatan keras terhadap kesimpulan Roy Suryo yang menyebut ijazahnya palsu. Jokowi mempertanyakan dasar penilaian tersebut lantaran Roy disebut belum pernah melihat langsung ijazah aslinya, tetapi sudah berani menyimpulkan keasliannya.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan fitnah ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
"Keberatan semuanya, Yang Mulia. Wong melihat ijazah aslinya aja belum pernah kok sudah bisa menyimpulkan ijazah palsu gimana," kata Jokowi.
Baca Juga: Aksi Sadap Listyo Sigit Terkuak, Jokowi Game Over?
Ia kemudian kembali mempertanyakan logika yang digunakan Roy dalam menyampaikan kesimpulannya mengenai dokumen pendidikan tersebut.
"Saya itu kadang-kadang nggak ngerti logika berpikirnya seperti apa," lanjut Jokowi.
Dalam persidangan, Jokowi juga menanggapi pernyataan Roy Suryo dalam sebuah video yang membahas dugaan kejanggalan pada skripsinya. Salah satu bagian yang dipersoalkan Roy adalah halaman pengesahan atau halaman pengujian yang disebut tidak ditemukan dalam skripsi Jokowi, tetapi justru ditampilkan pada skripsi milik orang lain.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) kemudian meminta Jokowi menjelaskan bagian mana dari pernyataan Roy dalam video tersebut yang dianggap merugikan atau dipersoalkan olehnya.
"Untuk unggahan video berikutnya yang diunggah oleh akun YouTube Official iNews dengan judul "Eksklusif, Roy Suryo Tunjukkan Kejanggalan Skripsi Jokowi, Rakyat Bersuara 22/04" yang diunggah tertanggal 22 April 2025 melalui akun media sosial YouTube. Terhadap video yang diunggah oleh akun Official iNews tersebut, apa Saudara Saksi bisa menyebutkan salah satunya atau beberapa dari perkataan Terdakwa yang Saudara Saksi keberatan?" tanya JPU.
Baca Juga: Dasco Buka Suara Usai Diisukan Jadi Wapres Pengganti Gibran: Ada Upaya...
Menjawab pertanyaan tersebut, Jokowi menunjuk pernyataan Roy pada menit ke-5 hingga menit 5.38 dalam video itu. Ia mengutip ucapan Roy yang mempertanyakan keberadaan halaman pengesahan serta penggunaan istilah tesis dalam pembahasan skripsinya.
"Terdakwa menyampaikan: 'Halaman pengesahan atau halaman pengujian, ini lucu lagi. Tidak ada di skripsinya Jokowi. Justru ini ditampilkan pada skripsinya orang lain yang ada di situ. Teman-teman bisa lihat, paling lucu di sini dipertahankan di depan penguji tesis. Prof, tesis itu S1 atau S2? S2, ya?'," ucap Jokowi meniru perkataan Roy Suryo dalam video.
Atas permasalahan itu, Jokowi pun menegaskan bahwa tulisan yang tercantum dalam tugas akhir kuliahnya adalah skripsi, bukan tesis.
"Profesor itu mengatakan tesis itu S2. Padahal setelah saya cek terhadap skripsi yang ada, yang saya miliki, tidak ada kata-kata itu yang namanya tesis, nggak ada. Tulisan di skripsi saya juga skripsi. Di lembar pengesahan juga skripsi, nggak ada tulisan tesis," ungkap Jokowi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: