Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Roy Suryo Sebut Ijazah yang Ditunjukkan Jokowi Hasil Cetakan Ulang

Roy Suryo Sebut Ijazah yang Ditunjukkan Jokowi Hasil Cetakan Ulang Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Roy Suryo kembali mempersoalkan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang diperlihatkan dalam persidangan kasus dugaan fitnah ijazah palsu. Ia mengklaim dokumen tersebut memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan ijazah yang pernah dilihatnya saat pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada 15 Desember 2025.

Roy menyoroti kondisi fisik dokumen, mulai dari bagian bawah ijazah hingga keberadaan emboss. Menurutnya, ijazah yang diperlihatkan pada 15 Desember 2025 berada dalam kondisi lebih rapi dan tidak memiliki kerusakan seperti dokumen yang ditunjukkan di persidangan.

"Memang ijazah itu berbeda dengan ijazah tanggal 15 Desember. 15 Desember itu ijazahnya rapi, tidak ada rusak di bawah, tidak ada apa, lubang-lubang di bawah. Itu tadi jelas betul ijazahnya berbeda. Dan saya sudah memegang ijazah itu. Yang dikatakan ada emboss, ada nggak? Nggak ada," kata Roy saat jeda sidang di PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

Selain kondisi fisik, Roy juga mempermasalahkan watermark pada dokumen tersebut. Ia mengklaim watermark pada ijazah yang diperlihatkan pada 15 Desember terlihat jelas, sedangkan pada dokumen yang ditunjukkan Jokowi di persidangan justru berbeda.

Roy bahkan menyinggung kualitas foto yang terpasang pada dokumen. Ia menduga terdapat foto baru yang ditempelkan pada berkas lama serta mempertanyakan keberadaan cap pada ijazah tersebut.

"Tapi kalau watermark-nya memang diupayakan, tapi watermark-nya pun berbeda. Dengan tanggal 15, 15 Desember itu watermark-nya jelas banget, kelihatan di-print ulang. Yang ini tidak. Dan, memang ada foto yang kualitasnya sama dengan tanggal 15 Desember, yaitu pada berkas-berkas banyak sekali nanti akan kita periksa lagi. Berkasnya lama, fotonya baru. Tidak ada capnya tadi! Ada tadi ditempelkan di situ. Itu baru tadi. Jelas betul," katanya.

Roy mengaku memiliki pengalaman panjang di bidang fotografi dan percetakan. Pengalaman tersebut, menurutnya, membuat dirinya mampu mengenali perbedaan antara foto asli dan foto palsu.

"Saya mata fotografer, mata tukang cetak yang sudah mencetak semenjak SMP. Semenjak saya dulu SMP. Jadi saya bisa mengenali foto itu asli, palsu," jelas dia.

Tak hanya mempersoalkan dokumen, Roy juga mengungkapkan rencana untuk menanyakan kondisi pendengaran dan penglihatan Jokowi. Ia mengaitkan hal tersebut dengan pernyataan mengenai istilah percetakan prima atau perdana yang menurutnya pernah menjadi persoalan.

Baca Juga: Jokowi Heran Roy Suryo Sebut Ijazahnya Palsu: Nggak Ngerti Logika Berpikirnya

"Benar nggak dia pendengarannya masih baik? Atau matanya masih baik? Karena banyak sekali laporan-laporan dia itu yang ternyata salah persepsi. Termasuk soal Perdana. Soal Prima. Apa yang saya katakan itu justru memang mengatakan bahwa waktu itu memang nggak ada yang namanya Perdana, Prima," katanya.

Diketahui, Roy Suryo merupakan terdakwa dalam perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Jokowi. Jaksa menuding Roy menyebarkan informasi tidak benar mengenai ijazah mantan Presiden RI tersebut.

Atas perkara tersebut, Roy didakwa melanggar Pasal 433 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Dakwaan tersebut disusun secara subsider dengan sejumlah ketentuan dalam UU ITE dan UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy