Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Pangan Jadi Perhatian, BI Perkuat Koordinasi Daerah

Harga Pangan Jadi Perhatian, BI Perkuat Koordinasi Daerah Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Sabang -

Bank Indonesia (BI) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Langkah ini dilakukan melalui penguatan kerja sama pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang menjadi salah satu penyumbang tekanan harga di daerah.

Kepala Grup Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono mengatakan peran BI di daerah semakin strategis seiring penguatan mandat melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Keterlibatan BI tidak lagi terbatas pada pemberian rekomendasi kepada pemerintah daerah, tetapi juga diperkuat melalui sinergi dan keterlibatan langsung dalam berbagai program ekonomi.

"Kalau sinergi, berarti Bank Indonesia akan semakin terlibat dalam pengelolaan inflasi, meskipun yang akan menghitung adalah BPS," ujar Anton dalam kegiatan Pelatihan Wartawan Semester II 2026 bertema Penguatan Ekonomi Regional untuk Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Sabang, Aceh, Kamis (5/11/2026).

Menurut Anton, pengendalian inflasi daerah perlu mendapat perhatian karena sumber komoditas pangan justru banyak berasal dari wilayah penghasil. Kondisi tersebut membuat koordinasi antara BI, pemerintah daerah, dan instansi terkait menjadi penting untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus stabilitas harga.

"Justru di sini tantangannya. Sumber komoditas itu ada di daerah. Dan sering kali kalau kita perhatikan, justru sumber-sumber komoditas itu malah penyumbang utama inflasi dibandingkan kota-kota besar penampung sumber komoditas tadi," jelasnya.

Dia mencontohkan wilayah Aceh yang memiliki potensi produksi beras dan cabai. Selama ini, BI turut mendorong kerja sama antardaerah untuk memastikan distribusi komoditas tetap berjalan, termasuk ketika terjadi gangguan pasokan akibat bencana.

Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75%

Baca Juga: Bank Indonesia Berpeluang Naikkan Suku Bunga 25 Bps Jadi 6,00%

Anton mengungkapkan, salah satu kerja sama yang pernah dilakukan bahkan melibatkan pengiriman komoditas menggunakan pesawat hingga ke Cirebon setelah terjadi longsor. Langkah tersebut menjadi contoh pentingnya konektivitas antardaerah dalam menjaga pasokan dan mengendalikan inflasi.

"Ini sebagai salah satu bentuk bagaimana pengembangan kerja sama dalam rangka pengelolaan inflasi di daerah," ungkapnya.

Selain pengendalian inflasi, BI juga terus mendorong kemudahan transaksi pembayaran untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, BI berharap stabilitas harga, kelancaran distribusi, serta peningkatan aktivitas ekonomi dapat berjalan beriringan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan