Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Ditutup Melonjak 2,25%, Kembali Bertengger di Atas 5.000

IHSG Ditutup Melonjak 2,25%, Kembali Bertengger di Atas 5.000 Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 110,49 poin atau 2,25% ke level 4.998,34 pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Sepanjang sesi, indeks bergerak di zona hijau dengan level terendah 4.995,45 dan tertinggi 5.072,05.

Penguatan ini melanjutkan kenaikan sejak pembukaan perdagangan. IHSG sempat melonjak 2,29% atau 112,44 poin ke level 5.032,21, sekaligus kembali menembus level psikologis 5.000.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai. Sebanyak 22,9 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp9,98 triliun dan frekuensi 1,32 juta kali. Sebanyak 440 saham menguat, 178 saham melemah, sedangkan 99 saham stagnan.

Penguatan IHSG sejalan dengan sentimen positif dari pasar global. Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas mencatat bursa Wall Street ditutup menguat signifikan pada Rabu (4/11/2026), salah satunya didorong respons pasar terhadap hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat.

Partai Demokrat dilaporkan meraih mayoritas kursi di DPR dan Senat serta memenangkan pemilihan gubernur di sejumlah negara bagian. Sikap Presiden AS Donald Trump yang menerima hasil pemilu tersebut juga dinilai turut mendukung sentimen pasar.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah terkoreksi lebih dari 8% hingga kembali berada di bawah US$100 per barel. Sebaliknya, harga emas spot melonjak 3,41% ke US$4.061 per troy ounce. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun 5 basis poin menjadi 4,898%.

Baca Juga: MSCI Bikin IHSG Keok, Investor Asing Bawa Kabur Rp16,8 Triliun

Baca Juga: IHSG Melonjak 2,29%, Kembali Tembus Level 5.000 pada Perdagangan Pagi

Phintraco menilai kombinasi penguatan Wall Street, penurunan harga minyak dan dolar AS, serta kenaikan harga emas berpotensi menjadi penopang pasar saham domestik.

Di dalam negeri, pelaku pasar turut mencermati rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2026. Ekonomi nasional diperkirakan tumbuh 1,3% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ), melambat dibandingkan pertumbuhan 3,73% pada kuartal sebelumnya.

Sebelumnya, Phintraco memperkirakan IHSG bergerak mendatar (sideways) di kisaran 4.800–5.000 pada perdagangan hari ini.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan