Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

KAI Tata Ulang Stasiun Gambir, Proyek Revitalisasi Ditargetkan Dua Tahun

KAI Tata Ulang Stasiun Gambir, Proyek Revitalisasi Ditargetkan Dua Tahun Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mempercepat revitalisasi Stasiun Gambir dengan target pengerjaan selama dua tahun. Proyek ini tidak hanya menyasar pembaruan stasiun, tetapi juga mencakup revitalisasi Taman Monumen Nasional (Monas) untuk membentuk kawasan yang terintegrasi.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, revitalisasi tersebut akan dilaksanakan dalam dua tahapan. Penataan Stasiun Gambir dan kawasan Monas menjadi bagian dari satu rencana pengembangan kawasan.

"Yang pertama adalah percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir, di mana nanti di Monas ini itu akan dibuat suatu kawasan yang terintegrasi semua. Jadi Monas-nya, Taman Monas-nya direvitalisasi, begitu juga Stasiun Gambir-nya. Itu yang pertama," ujar Bobby di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga: KAI Luncurkan Layanan Baru, Ada Diskon Kursi hingga Makanan ala Warteg di Kereta

Dia menjelaskan, proyek revitalisasi tersebut akan berlangsung selama dua tahun dan dibagi ke dalam dua tahapan.

"Kami sampaikan bahwa untuk revitalisasi Gambir itu ada dua tahapan, kedua tahapan itu akan memakan waktu dua tahun," katanya.

Selain penataan kawasan, KAI juga menyiapkan konektivitas antara Stasiun Gambir dan MRT Jakarta. Bobby menyebut, integrasi tersebut akan menghubungkan koridor timur yang berada di Stasiun Gambir dengan koridor barat MRT Jakarta.

"Iya, kami sampaikan juga bahwa nanti antara koridor yang ada di timur yaitu di Stasiun Gambir, kemudian dengan MRTJ di koridor baratnya, itu akan tersambung," ungkapnya. Bobby menambahkan, rencana penyambungan kedua koridor tersebut telah diperhitungkan. 

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah