Kredit Foto: Sekretariat Kabinet
Pengamat kebijakan publik Said Didu mengaku menerima informasi bahwa penyadapan terhadap Prabowo Subianto sudah berlangsung jauh sebelum ia menjadi presiden. Klaim itu ia sampaikan dalam dialog di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Kamis (5/11/2026).
Said menyebut penyadapan itu tidak hanya terjadi pada 2025. “Sudah lama,” ujarnya. Menurut informasi yang ia terima, Prabowo sudah disadap sejak masih menjadi menteri.
Said lalu menarik kesimpulan bersyarat. Jika penyadapan itu benar terjadi sejak lama, menurutnya jelas siapa yang memerintahkan, karena Kapolri berada di bawah presiden, dan presiden pada masa itu adalah Joko Widodo. Ia tidak menyampaikan bukti untuk tudingan ini.
Said menyebut penyadapan terhadap presiden sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi. Ia membandingkannya dengan tragedi 1965.
“Kalau dulu 65 itu pembunuhan, ini juga pembunuhan,” katanya. Ia juga menyebut baru kali ini ada Kapolri yang menyadap presiden.
Menurut Said, penyelidikan tinggal memerlukan satu langkah lagi untuk menjawab tiga pertanyaan, yaitu siapa yang menyuruh, siapa yang membiayai, dan siapa pengguna akhir hasil sadapan.
“Enggak mungkin dikantongi Sigit,” ujarnya.
Ia mengaku yakin presiden sudah mengetahui hal-hal tersebut, tetapi proses harus berjalan berdasarkan hukum. Penyidik, katanya, pasti sedang menelusuri apakah penyadapan sudah terjadi sebelum periode yang kini diusut.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: