Beda Nasib! Saham Syariah Tertekan, Pembiayaan Bank Syariah Makin Kencang
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan kinerja keuangan syariah menunjukkan pergerakan yang berbeda antarsegmen. Per September 2026, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 12,05% secara tahunan (yoy) di tengah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) masih tertekan sepanjang tahun berjalan.
Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hernawan B. Sasongko, menyampaikan bahwa sejumlah instrumen keuangan syariah masih mencatatkan pertumbuhan positif di tengah tekanan pasar saham.
"Pada industri keuangan syariah, sejalan dengan IHSG, kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) secara year-to-date masih mengalami tekanan. Namun demikian, sukuk korporasi mencatatkan kinerja positif dengan peningkatan 13,44% year-to-date, dan asset under management (AUM) reksa dana syariah tumbuh 1,92% year-to-date," ujar Hernawan dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Oktober, Kamis (5/11/2026).
Selain di sektor perbankan, PVML syariah juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,91% menjadi Rp32,17 triliun secara tahunan pada periode yang sama
"Per September 2026, pembiayaan perbankan syariah melanjutkan pertumbuhan double digit di level 12,05% year-on-year, dan piutang pembiayaan syariah tumbuh 7,91% year-on-year," katanya.
Data tersebut memperlihatkan perbedaan perkembangan antara pasar modal dan sektor pembiayaan syariah. Di pasar modal, sukuk korporasi mencatatkan kenaikan 13,44% secara tahun berjalan, sementara AUM reksa dana syariah bertambah 1,92% pada periode yang sama.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: