Portugal Siapkan Laga Perpisahan Cristiano Ronaldo, tetapi Konflik dengan Jorge Jesus Jadi Hambatan
Kredit Foto: Instagram.com/433
Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) berencana menggelar pertandingan perpisahan untuk Cristiano Ronaldo setelah sang megabintang memutuskan pensiun dari tim nasional.
Namun, rencana penghormatan tersebut berpotensi menemui hambatan karena Ronaldo dikabarkan tidak bersedia kembali mengenakan seragam Portugal selama Jorge Jesus masih menjabat sebagai pelatih.
Ronaldo mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola internasional pada Kamis (5/11/2026). Keputusan itu disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
Dalam pesan perpisahannya, pemain berusia 41 tahun tersebut menyatakan bahwa sudah waktunya menyerahkan nomor punggung 7 kepada generasi berikutnya.
"Tiba saatnya bagi saya untuk mengembalikan seragam nomor 7 tim nasional kita. Saya tidak pernah merasa seragam itu hanya milik saya seorang. Namun, selama 23 tahun, saya mendapatkan kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk mengenakannya, membelanya, dan membawanya ke berbagai stadion di seluruh dunia," kata Ronaldo.
"Hari ini, tiba saatnya untuk menyerahkannya kepada generasi mendatang. Ini bukanlah keputusan yang mudah, karena ada keputusan-keputusan yang tidak hanya diambil dengan akal pikiran, melainkan juga dengan hati."
Pengumuman tersebut langsung mendapat respons dari FPF. Federasi menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar Ronaldo yang telah membela Portugal selama lebih dari 23 tahun, sejak menjalani debut pada Agustus 2003.
FPF menilai Ronaldo bukan sekadar pemain sepak bola dengan kemampuan luar biasa, melainkan juga sosok teladan dan simbol penting bagi Selecao das Quinas.
Selama memperkuat Portugal, Ronaldo mencatatkan 234 penampilan dengan torehan 146 gol dan 45 assist.
Ia menjadi pemegang rekor penampilan, gol, sekaligus assist terbanyak dalam sejarah tim nasional Portugal.
Bersama Ronaldo, Portugal juga berhasil meraih sejumlah gelar bergengsi, yakni Euro 2016 serta UEFA Nations League 2019 dan 2025.
"Setiap tetes keringat, setiap gol penentu, dan setiap kali ia mengenakan ban kapten di lapangan, mencerminkan kecintaannya yang tanpa syarat terhadap seragam kebanggaan kita. Komitmen dan warisan yang ia tinggalkan melampaui batas-batas lapangan permainan," tulis FPF dikutip dari Record.
Atas jasa tersebut, FPF memastikan tidak ingin perjalanan internasional Ronaldo berakhir tanpa seremoni penghormatan.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal, Akhir dari Era Sang Megabintang
Federasi bahkan berkomitmen menyiapkan sebuah acara khusus agar para pendukung dan masyarakat Portugal memiliki kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada sang legenda.
Meski FPF sudah menyatakan kesiapannya menggelar pertandingan perpisahan, rencana tersebut dikabarkan tidak akan mudah terlaksana.
Wartawan Pedro Sepulveda, sebagaimana diberitakan talkSPORT, menyebut Ronaldo tidak akan bersedia kembali mengenakan seragam resmi Portugal selama Jorge Jesus masih menjadi pelatih tim nasional.
Menurut Sepulveda, keputusan pensiun Ronaldo tidak bisa dilepaskan dari kekecewaannya terhadap situasi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Ronaldo disebut masih menyimpan kekesalan setelah tidak masuk susunan pemain utama ketika Portugal menghadapi Norwegia. Situasi tersebut dikabarkan memicu ketegangan antara dirinya dan Jorge Jesus.
Padahal, Ronaldo sebelumnya disebut berencana mengakhiri karier internasional setelah Piala Dunia 2026.
Namun, Presiden FPF Pedro Proenca dan Jorge Jesus dikabarkan sempat meyakinkannya untuk tetap melanjutkan kiprah bersama Portugal.
Setelah memutuskan bertahan, hubungan Ronaldo dengan situasi di tim nasional justru dikabarkan memburuk.
Sepulveda bahkan meyakini pertandingan perpisahan Ronaldo tidak akan terlaksana selama Jorge Jesus masih menangani Portugal.
"Saya bisa menjamin bahwa Ronaldo tidak akan lagi mengenakan seragam resmi tim nasional Portugal."
"Sampai Jorge Jesus meninggalkan timnas Portugal, laga persahabatan terakhir dan kesempatan bagi semua orang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Cristiano Ronaldo tidak akan terjadi," ujar Sepulveda.
Jika kabar tersebut benar, FPF menghadapi situasi sulit untuk mewujudkan penghormatan terakhir bagi pemain yang telah memberikan begitu banyak prestasi bagi Portugal.
Pasalnya, Ronaldo bukan hanya meninggalkan warisan berupa dua gelar UEFA Nations League dan satu trofi Euro, tetapi juga rekor 146 gol internasional yang menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola tim nasional.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti
Tag Terkait: