Partai Republik Tumbang di Pemilu Sela AS, Nasib Trump hingga Akhir Jabatan Terancam?
Kredit Foto: Istimewa
Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) menjadi pukulan politik bagi Presiden Donald Trump. Untuk pertama kalinya dalam periode ini, Partai Republik kehilangan kendali atas dua lembaga legislatif tertinggi, yakni Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Hasil tersebut membuat Trump menghadapi tantangan besar dalam menjalankan sisa masa kepresidenannya. Bahkan, situasi politik terbaru ini dinilai dapat membuat Trump menyandang predikat lame duck president atau presiden yang kehilangan pengaruh politik.
Berdasarkan penghitungan suara CNN hingga Kamis (5/11) pagi WIB, Demokrat telah mengamankan 245 kursi DPR AS, sedangkan Partai Republik hanya memperoleh 145 kursi.
Di Senat, Demokrat juga unggul dengan perolehan 54 kursi, sementara Republik mengantongi 44 kursi. Hasil ini memastikan Demokrat mengendalikan kedua majelis Kongres AS.
Kondisi tersebut menjadi skenario yang tidak diharapkan Trump. Seandainya Republik mampu mempertahankan mayoritas di Kongres, presiden AS itu berpeluang menjalankan agenda pemerintahannya dengan lebih leluasa selama dua tahun terakhir masa jabatan.
Namun, dominasi Demokrat di Senat dan DPR membuat berbagai agenda legislatif Trump berpotensi menghadapi hambatan serius. Bahkan, kebuntuan politik dapat merembet hingga mengganggu fungsi dasar pemerintahan.
Trump kini harus menghadapi kenyataan bahwa setiap kebijakan dan rancangan undang-undang (RUU) yang diajukan membutuhkan dukungan politik lebih luas, termasuk dari kubu Demokrat.
Situasi tersebut membuat proses pengambilan keputusan di Washington berpotensi semakin alot. Terlebih, sejumlah RUU penting yang wajib disahkan pemerintah dapat menjadi sumber perselisihan antara kedua partai.
Baca Juga: Rusia Langsung Buka Suara Usai Trump dan Partai Republik Kalau di Pemilu Sela AS
Persoalan pendanaan pemerintah dan kenaikan plafon utang juga berpotensi menjadi arena pertarungan politik. Dalam situasi ketika partai oposisi menguasai Kongres, pembahasan dua isu tersebut kerap dimanfaatkan untuk menekan pemerintahan agar memberikan konsesi politik.
Jika tidak tercapai kesepakatan, pemerintahan Trump berisiko menghadapi kebuntuan yang semakin serius. Dengan demikian, kemenangan Demokrat bukan sekadar kehilangan kursi bagi Republik, melainkan juga ancaman terhadap kelancaran agenda pemerintahan Trump hingga akhir masa jabatannya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: