Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Respon Nama Sekolahnya Beda di Buku Alumni UGM: Itu Salah...

Jokowi Respon Nama Sekolahnya Beda di Buku Alumni UGM: Itu Salah... Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Riwayat pendidikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan dalam persidangan kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan jazah palsu.

Pengacara Roy Suryo menunjukkan buku album alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mencantumkan asal sekolah Jokowi sebagai SMA 6 Yogyakarta, bukan SMA 6 Surakarta seperti yang selama ini disampaikan.

Pengacara Roy Suryo awalnya memastikan apakah Jokowi pernah melihat buku tersebut. Namun, mantan Wali Kota Solo itu mengaku belum pernah mengetahuinya.

Baca Juga: Font Skripsi Jokowi Disebut Belum Ada pada Tahun 1985, Ini Pembelaannya

“Saya tunjukkan buku Album Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada 1957-Februari 1988. Pernah lihat?” tanya pengacara Roy Suryo.

“Kelihatannya belum,” jawab Jokowi saat hadir sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). 

Setelah mendapat jawaban tersebut, pengacara Roy kemudian meminta Jokowi maju untuk melihat langsung daftar alumni yang tercantum dalam buku. Ia ingin menunjukkan bagian yang memuat identitas dan riwayat pendidikan Jokowi di hadapan majelis hakim.

Dalam daftar itu, nama Joko Widodo tercantum bersama keterangan tempat dan tanggal lahir serta asal sekolah, yakni SMA 6 Yogyakarta tahun 1980. Padahal, Jokowi sebelumnya menyebut riwayat pendidikannya berasal dari SMA 6 Surakarta, yang saat itu masih berstatus SMPP dan tertulis demikian dalam ijazahnya.

"Pertanyaan saya, di dalam buku ini, di dalam buku ini disebutkan bahwa nama Joko Widodo, tempat tanggal lahir dan seterusnya, asal SLTA SMA 6 Yogyakarta 1980. Sementara tadi Saudara mengatakan SMA 6 Surakarta yang sebetulnya masih SMPP, karena ijazahnya bunyinya SMPP. Apa lagi keterangan yang ingin Saudara katakan tentang ijazah tentang SMA 6 ini?" tanya pengacara Roy.

Baca Juga: Kubu Dokter Tifa: Kami Tantang Jokowi Hadir 2 Minggu Lagi untuk Buktikan Punya Kumis

Atas persoalan tersebut, Jokowi mengklaim hal itu merupakan kesalahan dari pihak yang mencetak buku alumni. 

"Itu kan yang, yang salah yang mencetak. Yang mencetak bukunya ini siapa? Yang salah itu aja," kata Jokowi. 

Jokowi juga menjelaskan alasan dirinya tidak pernah mempersoalkan kesalahan penulisan asal SMA tersebut. Ia mengaku baru mengetahui isi buku album alumni itu setelah ditunjukkan dalam persidangan.

"Ya karena saya belum pernah melihat," ungkap Jokowi.

Pengacara Roy kemudian meminta agar jawaban Jokowi dicatat oleh majelis hakim. Bersamaan dengan itu, Jokowi menegaskan bahwa dirinya pasti akan meminta perbaikan apabila sejak awal mengetahui adanya kekeliruan dalam buku tersebut.

"Oh, cukup Yang Mulia. Minta tolong dicatat saja Yang Mulia, makasih," ucap pengacara Roy.

"Kalau saya melihat, pasti saya akan minta direvisi," balas Jokowi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: