Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Uang Primer Tumbuh 7% Capai Rp2.265 Triliun pada Oktober 2026

Uang Primer Tumbuh 7% Capai Rp2.265 Triliun pada Oktober 2026 Kredit Foto: Merlina Aryanti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer atau adjusted (M0) pada Oktober 2026 mencapai Rp2.265,4 triliun. Hal tersebut tercatat dalam keterangan resmi Bank Indonesia, Senin (6/11/2026).

Angka tersebut tumbuh 7% secara tahunan (year-on-year/yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan pada September 2026 yang mencapai 9,3% (yoy),

Perkembangan uang primer tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan serta penurunan giro bank umum di Bank Indonesia setelah disesuaikan (adjusted).

BI mencatat uang kartal yang diedarkan tumbuh 11,5% (yoy) pada Oktober 2026. Sementara itu, giro bank umum di BI adjusted mengalami kontraksi sebesar 2,4% (yoy).

Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, perhitungan uang primer adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas sebagai bagian dari pengendalian moneter.

BI menjelaskan, uang primer adjusted merupakan indikator perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas.

Baca Juga: Dolar AS Ngamuk Tembus Rp18.100, Apa Langkah Bank Indonesia Selanjutnya?

Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75%

Penyesuaian perhitungan tersebut mulai diterapkan sejak Januari 2025. Langkah ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer sekaligus memisahkan pengaruh kebijakan likuiditas yang ditempuh BI.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra