Kredit Foto: Azka Elfriza
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mangatakan sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap piutang pembiayaan terbesar di industri perusahaan pembiayaan atau multifinance. Tercatat, nilai piutang pembiayaan pada sektor tersebut mencapai Rp91,82 triliun hingga September 2026, setara 16,74% dari total piutang industri.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi kontributor utama portofolio pembiayaan multifinance. Cakupannya termasuk aktivitas reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor.
“Perdagangan besar dan eceran ini menjadi industri yang paling pertama mencuri hati di industri multifinance,” ujar Agusman dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Oktober, Kamis (5/11/2026).
Besarnya piutang pada sektor perdagangan tersebut menempatkannya di atas dua sektor ekonomi lainnya yang juga menjadi penyerap pembiayaan utama. Posisi kedua ditempati aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi serta kegiatan penunjang usaha lainnya.
OJK mencatat piutang pembiayaan pada kelompok aktivitas tersebut mencapai Rp56,96 triliun atau setara 10,38% dari total piutang industri multifinance.
“Porsinya di 10,38% dari total piutang pembiayaan,” kata Agusman.
Sementara, pada sektor industri pengolahan menempati posisi ketiga dengan nilai piutang pembiayaan mencapai Rp52,81 triliun. Tercatat, per September 2026 kontribusinya sebesar 9,63% terhadap total piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan.
Di tengah dominasi ketiga sektor itu, OJK mendorong perusahaan multifinance untuk memperluas penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif lainnya agar industri tidak hanya bergantung pada sektor yang selama ini menjadi penyumbang utama portofolio.
“Yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dengan tetap menerapkan tentunya prinsip kehati-hatian dan analisis risiko sesuai karakteristik masing-masing sektor,” ucap Agusman.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: