Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Telkom Restrukturisasi 14 Entitas, 9 Perusahaan Ditutup hingga Kuartal III 2026

Telkom Restrukturisasi 14 Entitas, 9 Perusahaan Ditutup hingga Kuartal III 2026 Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah merampungkan penataan terhadap 14 entitas perusahaan hingga kuartal III 2026.

Dalam laporan keuangan kuartal III 2026, Telkom mengungkapkan bahwa penataan 14 entitas tersebut mencakup divestasi 3 entitas, penutupan 9 entitas, serta penggabungan 2 entitas.

Penataan portofolio tersebut merupakan bagian dari pilar Streamlining dalam agenda transformasi TLKM 30. Melalui strategi ini, Telkom berupaya mengurangi kompleksitas bisnis dan menyelaraskan peran antarentitas agar operasional perusahaan menjadi lebih efektif.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, penyederhanaan struktur perusahaan menjadi salah satu prioritas transformasi perseroan sepanjang 2026.

"Melalui TLKM 30, kami terus menjalankan transformasi di seluruh lini bisnis TelkomGroup, dengan streamlining sebagai prioritas utama tahun ini. Penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membawa TelkomGroup menjadi organisasi yang lebih lean, simple, dan agile," ujar Nanang dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Baca Juga: Telkomsel Bersih-bersih Pelanggan IndiHome, Pendapatan Turun 3,4% Jadi Rp19,09 Triliun

Selain penataan entitas, Telkom juga menjalankan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan pemanfaatan aset. Strategi tersebut mencakup penguatan disiplin pengelolaan biaya dan arus kas, serta penyesuaian struktur organisasi melalui program pensiun dini atau Early Retirement Program (ERP).

Dari sisi investasi, TelkomGroup merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp15,7 triliun hingga kuartal III 2026. Rasio capex terhadap pendapatan tercatat sebesar 13,8%, dengan 94,3% alokasi investasi diarahkan ke segmen B2C dan B2B Infrastructure untuk memperluas kapabilitas konektivitas digital.

Di samping penyederhanaan struktur perusahaan, Telkom juga menjalankan pilar Unlock Value melalui pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia. Proses tersebut telah rampung pada 30 September 2026.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Istihanah