'Saya Joko Widodo Sangat Shock, Saya Belasan Tahun Mengenal LSP dan Sayalah yang Membesarkannya...'
Kredit Foto: Ist
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai komentar mantan presiden Joko Widodo terkait kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto masih terlalu normatif dan belum menunjukkan sikap tegas.
Menurut Dino, pernyataan Jokowi belum mencerminkan rasa prihatin, kekecewaan, ataupun kemarahan atas dugaan penyadapan yang melibatkan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo (LSP) dan sejumlah oknum anggota Polri.
Ia menilai respons tersebut berbeda dengan pernyataan yang disampaikan pihak Istana maupun sejumlah partai politik.
Melalui pernyataannya, Dino kemudian mengusulkan agar Jokowi menyampaikan sikap secara lebih terbuka sejak awal.
Ia bahkan menyusun draf pernyataan yang menurutnya dapat digunakan Jokowi untuk menjelaskan posisinya dalam perkara tersebut.
Dalam draf itu, Dino mengusulkan agar Jokowi menyatakan keterkejutannya atas kabar dugaan penyadapan terhadap Prabowo, sejumlah ketua partai politik, dan tokoh lainnya.
Dino juga menyarankan Jokowi mengakui kedekatan hubungannya dengan Listyo Sigit, termasuk perannya dalam perjalanan karier Listyo hingga menjadi Kapolri. Menurut draf tersebut, Jokowi seharusnya mengecam tindakan yang diduga dilakukan Listyo dan pihak-pihak terkait.
Lebih jauh, Dino mengusulkan agar Jokowi mendorong Polri mengusut perkara tersebut hingga tuntas, mulai dari motif, modus operandi, daftar korban, hingga pihak yang diduga berada di balik aksi penyadapan.
Draf itu juga memuat dorongan untuk mendalami kemungkinan adanya pemerasan (*blackmail*), keterkaitan dengan kelompok tertentu, serta menindak seluruh pihak yang terbukti terlibat tanpa pandang bulu.
Pada bagian akhir, Dino menyarankan agar Jokowi menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum, termasuk dirinya sendiri.
Dino kemudian menyampaikan bahwa usulan pernyataan tersebut dapat digunakan Jokowi apabila memang yakin tidak memiliki keterkaitan dengan kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
“Monggo Pak Jokowi, silakan digunakan draf pernyataan ini jika Bapak yakin berada di pihak yang benar, dan untuk membantu meyakinkan publik bahwa Bapak tidak ada hubungan sama sekali dengan kasus penyadapan Presiden ini,” tulis Dino.
Berikut saran Dino Patti Djalal kepada Jokowi:
"Saya, Joko Widodo, sangat shock mendengar berita bahwa LSP dan sejumlah oknum Polri melakukan penyadapan terhadap Presiden, sejumlah Ketua Parpol, dan tokoh-tokoh lainnya. Saya telah belasan tahun mengenal dekat LSP dan sayalah yang membesarkannya sampai menjadi Kapolri. Karena itu, saya sedih sekali dan mengecam LSP atas perbuatannya yang tercela terhadap Presiden Prabowo dan tokoh-tokoh lain. Penyadapan ini bukan saja aksi pengkhianatan yang luar biasa namun melihat target-targetnya merupakan bagian dari KONSPIRASI besar dan jahat terhadap negara. Saya mendorong Polri agar tidak ragu sedikitpun untuk mengusut kasus ini sampai tuntas, apa motivasinya, bagaimana cara kerjanya, siapa saja yang sudah menjadi korban, dan siapa di belakangnya, termasuk kemungkinan blackmail untuk tujuan tertentu, dan bahkan apakah ada kaitan dgn "mafia-mafa" tertentu. Semoga semua anggota komplotan penyadap, terutama otaknya, dapat ditangkap, diadili dan dihukum yang seberat-beratnya dan tanpa pandang bulu. Di negara kita, tidak ada siapapun yang kebal hukum, termasuk saya. Joko Widodo. Monggo pak Jokowi, silahkan digunakan draft pernyataan ini JIKA Bapak yakin berada di pihak yg benar, dan untuk membantu meyakinkan publik bhw Bapak tidak ada hubungan sama sekali dgn kasus penyadapan Presiden ini," kata Dino.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: