Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cak Imin Sentil Praktik Penyadapan di Indonesia Sudah 30 Tahun, Baru Kali Ini Ditindak Tegas

Cak Imin Sentil Praktik Penyadapan di Indonesia Sudah 30 Tahun, Baru Kali Ini Ditindak Tegas Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum PKB sekaligus Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menilai praktik penyadapan di Indonesia bukan fenomena baru. Ia menyebut aktivitas sadap-menyadap sudah berlangsung lebih dari 30 tahun, tetapi baru kali ini ada tindakan tegas dari Kapolri.

Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin melalui akun X pribadinya saat menanggapi pengungkapan kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Ia pun memberikan apresiasi kepada Kapolri atas langkah penanganan perkara tersebut.

"Maksudku itu fenomena sadap menyadap itu sudah lama terjadi, lebih dari 30 tahun yang lalu, baru kali ini ada tindakan tegas dari Kapolri, Hormat Kapolri grak!" tulis Cak Imin.

Cak Imin sebelumnya juga mengungkapkan bahwa dirinya termasuk salah satu pihak yang diduga menjadi sasaran penyadapan. Ia mengaku geram setelah mengetahui namanya masuk dalam daftar pihak yang disebut disadap oleh mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Ia bahkan menyebut tindakan penyadapan tersebut sebagai perbuatan yang sangat kurang ajar. Cak Imin juga berharap pihak yang terlibat mendapatkan hukuman setimpal.

"Itu kurang ajar betul. Lebih kurang ajar lagi, saya termasuk yang disadap. Itu sangat kurang ajar itu. Sangat kurang ajar," tegasnya.

Selain mengapresiasi Kapolri, Cak Imin turut menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya membantu pengungkapan kasus tersebut. Ia berharap Prabowo terus mendapat dukungan dan para pelaku penyadapan dihukum sesuai perbuatannya.

"Kepada Pak Prabowo kita doakan semoga bersama kita terus, amin. Semoga yang menyadap mendapatkan hukuman yang setimpal," ujar Cak Imin.

Baca Juga: Dua Mantan Ketua MK Punya Kesan yang Sama ke Sosok Listyo: 'Merepotkan dan Suka Tempatkan Jenderal Berintegritas ke Posisi Buangan'

Cak Imin juga mengaku telah mengetahui praktik penyadapan sejak puluhan tahun lalu. Namun, menurutnya, saat itu belum ada kemampuan untuk menangkap pihak yang melakukannya.

"Saya sebetulnya sudah tahu 30 tahun yang lalu sebetulnya. Tapi kita enggak bisa nangkap saja. Enggak punya alat untuk menangkap," ungkapnya.

Ia kemudian melontarkan seloroh mengenai keuntungan berkoalisi dengan Prabowo karena Presiden dinilainya mampu membantu mengungkap pihak yang diduga menyadap dirinya.

"Untung Pak Prabowo bisa membantu. Ya Pak Prabowo bisa menangkap penyadap, sekaligus nangkep yang nyadap saya. Enaknya koalisi sama Pak Prabowo ya begitu itu," tuturnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama