Kredit Foto: (Istimewa)
Nama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, tengah disorot usai terseret dalam kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina (Persero) periode 2018–2023.
Meskipun masih berstatus sebagai saksi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang tunai senilai Rp2 miliar milik Bobby Rasyidin.
Penyitaan ini merupakan kelanjutan dari proses pemeriksaan Bobby oleh KPK yang dilakukan pada 28 Agustus 2025. Pemeriksaan tersebut dilakukan ketika Bobby masih menjabat sebagai Direktur Utama PT Len Industri (Persero) periode 2020–2025.
Baca Juga: KPK Sita Rp2 Miliar dari Bobby Rasyidin, Ternyata Sebelum Menjabat Dirut KAI
Bobby sendiri dikenal sebagai seorang profesional yang telah malang melintang di perusahaan BUMN. Selain sebagai Dirut, ia juga sempat memegang posisi Komisaris di PT Len Industri (Persero) pada 2025.
Selain KAI dan Len, pria kelahiran Padang pada 31 Oktober 1974 ini juga sempat duduk di kursi Komisaris Independen pada PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) pada 2020.
Harta Kekayaan Tembus Rp38,5 Miliar
Berbekal pengalaman profesional ini, Bobby Rasyidin sukses menyimpan pundi-pundi kekayaan bernilai fantastis. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN) pada 2025, ia tercatat memiliki total kekayaan hingga Rp38,55 miliar.
Adapun kas dan setara kas yang dimilikinya sekitar Rp9,82 miliar. Di sisi lain, Bobby tercatat memiliki utang bernilai kecil sebesar Rp383,57 juta.
Porsi kekayaan terbesarnya berasal dari tanah dan bangunan sebesar Rp21 miliar. Aset tanah dan bangunan yang dimilikinya merupakan hasil sendiri yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Jakarta Timur, Kabupaten Badung (Bali), Kota Bandung (Jawa Barat), Kota Padang dan Bukittinggi (Sumatera Barat), hingga di luar negeri yakni Australia senilai Rp6,98 miliar.
Di sisi lain, Bobby juga memiliki kekayaan yang berasal dari alat transportasi dan mesin dari hasil sendiri dengan nilai sebesar Rp3,91 miliar. Dengan rincian, mobil BMW 330I CKD AT tahun 2016 senilai Rp450 juta, mobil Mitsubishi Pajero SP24LDAKAR H4X4 tahun 2019 senilai Rp450 juta.
Kemudian, mobil Mercedes Benz E300 AT tahun 2019 senilai Rp840 juta, mobil Jeep Grand Cherokee Night Eagle 4X4 tahun 2018 senilai Rp620,57 juta, mobil VW T-Cross tahun 2020 senilai Rp350 juta, hingga mobil Toyota Alphard tahun 2024 senilai Rp1,2 miliar.
Selain itu, Bobby Rasyidin juga memiliki harta bergerak lainnya sekitar Rp2,90 miliar, dan harga lainnya sebesar Rp1,29 miliar. Namun begitu, ia tidak memegang kekayaan yang berasal dari surat berharga.
Bantahan Dirut KAI
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, membantah kabar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang Rp2 miliar dari dirinya. Dia menyebut pemberitaan yang ramai beredar tersebut tidak benar.
"Terkait ramainya pemberitaan hari ini di media tentang saya, saya sangat sedih dan menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar," ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, dia melakukan inspeksi untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di perlintasan sebidang.
Bobby mengatakan KAI terus berupaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api hingga mencapai target zero accident. Upaya tersebut juga dilakukan untuk menyambut Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sesuai arahan Presiden.
"Kami terus mengupayakan langkah terbaik menuju zero accident, khususnya dalam menyambut Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sesuai arahan Bapak Presiden," kata Bobby.
Baca Juga: BCA dalam Sorotan: Jejak Krisis 1998, Perubahan Pengendali, hingga Perkara Cukai Djarum
Baca Juga: KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI, Bobby Rasyidin: Saya Sangat Sedih
Dia juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar perjalanan kereta api selama masa libur akhir tahun berjalan aman dan lancar.
"Saya memohon doa dan dukungan pelanggan KAI serta seluruh masyarakat agar perjalanan kereta api senantiasa selamat, aman, dan lancar. Mari kita sambut libur Nataru dengan perjalanan kereta api yang semakin baik," jelas dia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan