Legenda Perancis Sebut Kekalahan 1-9 Lens dari Como Jadi Noda Seumur Hidup
Kredit Foto: Instagram
Legenda sepak bola Perancis, Jerome Rothen, menilai kekalahan telak 1-9 yang dialami RC Lens saat menjamu Como 1907 di Liga Champions 2026-2027 akan menjadi noda yang terus membekas dalam sejarah klub. Menurutnya, kebobolan sembilan gol di kandang sendiri merupakan sesuatu yang sangat memalukan dan sulit dilupakan oleh para pemain maupun seluruh elemen tim.
Rothen mengaku sulit menjelaskan hasil pertandingan tersebut. Ia memahami bahwa kekalahan merupakan bagian dari sepak bola, termasuk ketika sebuah tim tampil buruk dan dihancurkan lawan.
Namun, menurutnya, kekalahan dengan skor sebesar itu tidak seharusnya terjadi dalam kompetisi sekelas Liga Champions. Ia bahkan menilai hasil tersebut akan menjadi bahan pembicaraan di seluruh Eropa.
"Saya tidak bisa menjelaskannya. Kekalahan bisa terjadi, sebuah tim bisa dihancurkan atau mengalami hari yang buruk," kata Rothen.
"Namun, hal seperti ini seharusnya tidak terjadi dalam pertandingan Liga Champions."
Rothen juga menegaskan bahwa persoalan utama bukan sekadar citra sepak bola Perancis yang ikut menjadi sorotan, melainkan kondisi RC Lens sebagai klub yang mengalami kekalahan memalukan tersebut.
"Ini akan menjadi pembicaraan di seluruh Eropa. Ini memalukan. Sebelum membicarakan sepak bola Perancis secara keseluruhan, persoalan utamanya adalah klub ini," ujarnya.
Menurut Rothen, kekalahan tersebut akan terus mengikuti perjalanan karier para pemain, jajaran manajemen, hingga pelatih Lens. Mereka kemungkinan akan selalu diingatkan pada pertandingan ketika klub kebobolan sembilan gol di hadapan pendukung sendiri.
"Kebobolan sembilan gol di kandang sendiri untuk pertama kalinya merupakan sesuatu yang memalukan dan menjadi noda dalam ingatan tim ini seumur hidup," tutur Rothen.
Baca Juga: Bawa Como Meroket, Mirwan Suwarso Beri Pujian Khusus untuk Kinerja Fabregas
Ia juga memperkirakan RC Lens tidak akan mudah bangkit dari hasil tersebut. Para pemain membutuhkan karakter dan mentalitas kuat untuk kembali mengendalikan situasi setelah mengalami kekalahan sebesar itu.
Pertandingan Lens kontra Como 1907 berlangsung di Stadion Bollaert pada Rabu (4/11/2026). Tim tuan rumah harus menerima kekalahan 1-9 dalam laga yang menjadi salah satu hasil paling menyakitkan sepanjang perjalanan klub di kompetisi Eropa.
Hasil tersebut juga tercatat sebagai kekalahan terbesar yang pernah dialami klub Perancis dalam sejarah Liga Champions. Kekalahan di hadapan publik sendiri membuat tekanan terhadap para pemain dan jajaran tim semakin besar.
RC Lens kini harus berusaha memulihkan kondisi tim sebelum menghadapi Marseille di Stadion Bollaert pada Minggu (8/11/2026). Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Lens untuk menunjukkan respons setelah kekalahan telak dari Como
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: