Kredit Foto: MUHAMMADIYAH
Muhammadiyah memperkenalkan ChatHPT, chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu masyarakat mencari informasi seputar fatwa, keputusan, dan persoalan keagamaan berdasarkan khazanah keilmuan organisasi tersebut.
Berbeda dari chatbot AI umum seperti ChatGPT yang melayani beragam kebutuhan, ChatHPT secara khusus dikembangkan untuk menelusuri hasil pemikiran dan keputusan keagamaan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Platform ini menggunakan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) sebagai salah satu landasan pengetahuannya. Melalui ChatHPT, pengguna dapat mengajukan pertanyaan dengan bahasa sehari-hari untuk memperoleh informasi mengenai persoalan keagamaan, termasuk kesimpulan dan sumber rujukannya.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak harus menelusuri berbagai dokumen secara manual untuk menemukan pembahasan atau keputusan keagamaan yang dibutuhkan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut positif pengembangan ChatHPT. Dia bahkan mengajak seluruh anggota dan pimpinan Muhammadiyah untuk mulai akrab menggunakan chatbot tersebut.
"Karena itu nanti kepada seluruh anggota, pimpinan itu untuk akrab dengan ChatHPT, supaya tidak keliru dalam hal beragama atau mempraktikkan, mengamalkan ajaran agama agar tetap ar ruju ila qur'an wa sunnah dan ijtihad," kata Haedar, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Haedar mengaku telah mencoba langsung kemampuan ChatHPT. Menurut dia, chatbot tersebut mampu menyajikan informasi secara terperinci, mulai dari isi pembahasan hingga kesimpulan dan referensi yang menjadi dasar jawaban.
"Jadi sekarang makin mudah kalau ingin tahu keputusan, fatwa, sampai pada hal-hal yang menjadi agenda, menjadi masalah dalam keagamaan di bawah Majelis Tarjih dan Tajdid," ujarnya.
ChatHPT dikembangkan melalui kolaborasi Majelis Tarjih dan Tajdid, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), serta LabMU.
Baca Juga: DataOn Dorong Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Produktivitas SDM
Baca Juga: Wamenkomdigi Nezar Sebut Daerah Tak Perlu Bangun Sistem AI Sendiri
Muhammadiyah berharap materi dalam ChatHPT terus diperluas agar semakin banyak persoalan keagamaan yang dapat diakses masyarakat melalui platform digital. Pengembangan tersebut juga diharapkan dapat mendekatkan generasi muda dengan tradisi keilmuan Muhammadiyah.
"Ini luar biasa yang dilakukan Tarjih dan akan bisa meluas di masyarakat. Tinggal terus produktif disusun berbagai masalah, materi yang menjadi ranah Majelis Tarjih dan Tajdid. Terima kasih kepada programmer yang membikin ini semuanya, ini amal jariyah," imbuhnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri